Kisah Relawan ke-10, Kamp pengungsian Khurbeh

Kali ini relawan Syam Organizer menuju kamp pengungsian Khurbeh. Kami berangkat dari gudang bantuan dengan membawa lebih kurang 500 bantuan selimut. Udara musim dingin ditemani hujan sepanjang perjalanan membuat perjalanan misi kemanusiaan kali ini lebih berkesan. Jarak tempuh cukup jauh kira-kira tiga jam perjalanan. Untuk mengurangi rasa dingin, di tengah perjalanan kami berhenti sejenak untuk membeli qahwah (kopi), lalu melanjutkan perjalan sambil menyeruput qahwah.

Kamp pengungsian Khurbeh teletak di garis perbatasan Suriah-Turki di pedesaan pinggiran Jisr al Shugur, Idlib. Di sini ada ribuan tenda pengungsi yang memanjang dekat pintu perbatasan. Terletak di bawah lereng perbukitan, jalanan yang mananjak, becek dan berlumpur menambah rasa sedih melihat tenda-tenda yang memutih sepanjang jalan yang kami lewati. Setelah lebih kurang tiga jam perjalanan, kami sampai tiga mukhayyam syuhada. Sasaran bantuan kali ini kita tujukan kepada anak-anak yatim dan janda yang ditinggal mati ayah dan suami mereka.

Setelah sampai tujuan, relawan Syam Organizer menyerahkan bantuan secara simbolis kepada beberapa anak dan janda syuhada, untuk kemudian dibagikan secara merata oleh kepala perkemahaman sesuai dengan peruntukan. Sedih melihat kondisi tenda yang jauh dari kata layak untuk ditempati selama bertahun-tahun, apa lagi cuaca dingin yang pastinya tidak sanggup ditahan oleh tenda-tenda yang hanya terbuat dari kain atau terpal. Lagi-lagi untaian rasa terima kasih dan doa terucap dari mereka untuk kaum muslimin Indonesia.

Pada etape berikutnya relawan Syam Organizer kembali datang ke komplek pengungsian Khurbeh untuk menyalurkan bantuan berupa paket makanan pokok, paket gizi, dan selimut. Bersambung…

Kisah tim relawan 10
Kisah Sebelumnya Kamp Pengusian Hammam
Kisah Selanjutnya Kamp Pengungsian Thalhah

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*