Madarasah Bisylamun

Kali ini relawan bergerak menuju Madarasah Bisylamun, sebuah sekolah yang masih aktif menjalankan aktivitas belajar mengajar. Terletak di pinggir kota Jisr al Shugur bagian timur. Di sini ada 200 siswa tingkat dasar (ibtidaiyah). Para guru yang mengajar adalah para relawan yang mendedikasikan diri untuk mengabdi, mengajar anak-anak yang sebagian besar adalah korban koflik. Kota Jisr al Shughur sendiri sebelumnya menjadi medan pertempuran yang sangat dahsyat antara pihak rezim dan oposisi, sehingga bangunan, fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit serta rumah-rumah penduduk banyak yang hancur, tidak lagi bisa ditempati.

Di sekolah ini Relawan Syam Organizer menyalurkan bantuan berupa jaket untuk seluruh siswa, paket peningkatan gizi untuk guru, dan pemanas ruangan untuk ruang kelas. Raut wajah gembira dari wajah anak-anak yang polos mengungkapkan rasa syukur atas sedikit bantuan dari kaum muslimin Indonesia. Jaket yang dibagian langsung mereka kenakan untuk menangkal dingin yang menggigit, lalu mereka berlarian di halaman sekolah bermain dalam dekapan jaket yang menghangatkan tubuh mereka. Hati kami berdesir ketika mereka secara bersama-sama dituntut oleh seorang guru mengucapkan kalimat  “Terima kasih Indonesia.”

Kedatangan kami para relawan rupanya membangkitkan memori salah satu guru sekolah yang saat mudanya pernah mengeyam pendidikan di Al-Azhar University Mesir. Beliau kembali mengenang pergaulannya dengan para mahasiswa dari Indonesia semasa kuliah di sana.

Beberapa hari kemudian, relawan Syam Organizer bergerak ke sisi lain pinggiran kota Jisr al Shughur. Kali ini yang kami tuju adalah rumah-rumah penduduk yang dihuni oleh yatim dan janda yang menjadi korban kekejaman Rezim Suriah. Bantuan yang kami salurkan kali ini berupa paket sembako, kasur, jaket, dan sepatu boot untuk anak-anak. Ikut bahagia rasanya melihat mereka langsung mengenakan jaket yang diberikan oleh para dermawan dan kaum muslimin dari berbagai penjuru Indonesia. Mudah-mudahan tidur mereka bisa lebih nyenyak dengan kasur yang baru. Makan mereka bisa lebih sehat dengan bantuan makanan. [bersambung]

Kisah tim relawan 10
Kisah Sebelumnya Kamp Pengungsian Qadiriyah
Kisah Selanjutnya Besama Fuqara Judaidah

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*