7 Alasan Mengapa Qurban di Negeri Syam

penerima

Syamorganizer.com – Belum lama ini Syam Organizer resmi meluncurkan program “Qurban Peduli Syam 1437 H”. Dalam rangka menyambut Idul Adha 1437 H yang sebentar lagi akan tiba, Syam Organizer tengah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk merealisasikan kegiatan tersebut.

Syam Organizer tengah menghimpun hewan qurban dari masyarakat Indonesia untuk disalurkan kepada kaum fakir miskin, dhuafa dan anak-anak yatim di Palestina dan Suriah. Kebayang bukan, bagaimana nantinya ekspresi mereka jika menerima bantuan kemanusiaan dari saudaranya yang jauh di Indonesia. Sementara mereka saat ini hidup di ambang kelaparan dan kemiskinan. Baca jugahttp://syamorganizer.com/2016/08/program-qurban-peduli-syam-1437-h-telah-diluncurkan-ayo-gabung/

tebar kurban untuk syam -poster- fix a3

Pertanyaanya, mengapa kita perlu peduli dengan mereka? mengapa kita perlu membantu mereka? mengapa kita perlu menyambut seruan mereka? mengapa kita perlu meneteskan darah qurban kita di bumi Syam? inilah 7 alasan mengapa kita perlu menyalurkan qurban kita di negeri Syam:

Pertama,  Keterkaitan muslim Suriah dengan muslim Indonesia diikat dengan ikatan persaudaraan yang ditetapkan oleh Allah ta’ala. Sebuah ikatan persaudaraan yang menembus batas teritorial negara dan letak geografis. Sebagaimana firman-Nya : “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” [ QS. Al Hujurot (49) : 10 ].

Kedua, Negeri Syam yang di sana terdapat Negara Palestina dan Suriah adalah bumi yang diberkahi oleh Allah ta’ala. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- : “Beruntunglah negeri Syam, (beliau ucapkan tiga kali). Sesungguhnya para malaikat Ar Rahman membentangkan sayap-sayapnya di atas negeri Syam” [HR. Ahmad].

Inilah bentuk kemuliaan negeri Syam atas negeri-negeri lainnya yang ditetapkan oleh Allah Rabbul ‘Izzah. Menjadi kewajiban bagi setiap mukmin untuk memuliakan apa yang dimuliakan oleh Allah ta’ala dan mengagungkan apa yang diagungkan oleh-Nya. Itulah konsekwensi iman. Namun, hari ini negeri Syam telah kehilangan kemuliaan dan kemerdekaannya. Akankah kita membiarkannya ?

Ketiga, Kebaikan dan keburukan kaum muslimin di seluruh dunia ditentukan dengan kebaikan dan keburukan penduduk negeri Syam. Hal itu telah dinyatakan oleh baginda Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam sabdanya : “Apabila telah rusak penduduk negeri Syam, maka tidak ada lagi kebaikan bagi kalian” [HR. Ahmad].

Artinya, jika kita mengabaikan persoalan negeri Syam maka keburukan dan kebinasaan juga akan menimpa kita semua. Inilah yang dipahami oleh para pendahulu kita dari generasi terbaik umat ini yaitu dari kalangan sahabat Nabi. Tidak mengherankan jika dalam catatan sejarah telah mengabadikan bagaimana kegigihan mereka dalam mebebaskan negeri Syam dari cengkeraman penguasa dzolim. Akankah kita mengabaikannya sementara darah ribuan kaum muslimin telah dipersembahkan untuk membebaskan dan memuliakannya?!

Keempat, Sudah banyak dari kalangan rakyat Suriah yang tertindas mengirimkan pesan-pesan dan permohonan bantuan kemanusiaan ke seluruh penjuru dunia melalui media sosial. Beraneka ragam bentuk permohonan bantuan yang mereka inginkan, mulai dari keamanan diri, bantuan makanan, bantuan pakaian dan kebutuhan hidup lain.

Masihkah kita berdiam diri tatkala ada sebagian dari saudara kita berteriak meminta pertolongan? sementara dalam hadits qudsi bahwa Allah akan meminta pertanggung-jawaban kepada seorang hamba ketika ada saudaranya meminta bantuan namun dia tidak membantunya.

Sebagaimana dalam hadits shohih Muslim, Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah bersabda : Allah berfirman : “Wahai anak Adam, Aku sakit dan engkau tidak menjenguk-Ku. Berkata sang hamba :”Ya Rabb, bagaimana mungkin aku menjengu-Mu sedangkan Engkau adalah Tuhan semesta alam?! Allah berfirman : tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku fulan sedang sakit, jikalau engkau menjenguknya niscaya akan kau dapati Aku di sisinya. Wahai anak Adam, Aku meminta makan kepadamu dan engkau tidak memberi-Ku makan. Berkatalah sang hamba : wahai Rabb, bagaimana aku memberi-Mu makan sedangkan Engkau adalah Rabb semesta alam?! Tidakkah kau ketahui bahwa hamba-Ku fulan meminta kepadamu makan dan engkau tidak memberinya makan, tahukan engkau jikalau kau memberinya makan niscaya engkau akan mendapatinya di sisi-Ku” [HR. Muslim].

Lalu, akankah kita menghindar dari pertanyaan tersebut di hari kiamat kelak ?! alasan apakah yang akan kita sodorkan tatkala kita menghindar dari tanggung jawab itu, sementara informasi tentang penderitaan mereka telah sampai kepada kita?!

Kelima, saat ini tragedi kemanusiaan yang terjadi di Suriah sudah ditetapkan oleh PBB sebagai krisis kemanusiaan terbesar pasca perang dingin. Hal itu telah disampaikan oleh sekjen PBB Ban Ki Moon dalam banyak moment. Masihkah kita menganggap remeh permasalahan ini?! tidak peduli kah kita dengan mereka?!

Keenam, urusan peduli dan rasa kemanusiaan tidaklah selamanya diukur dengan dekat atau jauhnya jarak yang ditempuh. Tidak pula selamanya yang dekat lebih penting dari pada yang jauh. Bisa jadi kenestapaan dan penderitaan yang berada jauh dari kita, lebih mendesak kebutuhannya dari pada yang lebih dekat. Dan boleh jadi kepeduliaan kita dengan orang yang terjauh dari kita menjadi sebab turunnya barokah dan rahmah untuk orang-orang yang lebih dekat dengan kita.

Tidakkah kita ambil pelajaran dari kebijakan kholifah Abu Bakar –Radliyallahu ‘anhu- tatkala beliau berpendirian kuat untuk memberangkatkan pasukan Usamah bin Zaid ke Syam sementara kondisi di Madinah sendiri dalam keadaan labil. Wal hasil di luar dugaan, keberangkatan Usamah bin Zaid justru membuat kondisi di Madinah stabil.

Ketujuh, Beberapa waktu yang lalu, kaum muslimin di Gaza-Palestina juga mengadakan penggalangan dana untuk muslimin Suriah. Subhanallah, mereka dalam kondisi yang memprihatinkan masih mau peduli dengan yang lain. Lalu bagaimana dengan kita?! Tidak malukah kita sebagai kaum muslimin Indonesia yang hidupnya relatif lebih aman dan nyaman ketimbang saudara-saudara kita di Gaza-Palestina?!

Semoga beberapa alasan ini bisa membuka mata hati kita untuk lebih peduli dengan saudara-saudara kita yang tertindas di negeri Syam. Kita pun berharap semoga Allah ta’ala melimpahkan keberkahan bagi negeri Indonesia dikarenakan kepedulian kita terhadap saudara-saudara yang ada di sana.

Selain itu, semoga dengan qurban di negeri Syam akan menjadi wasilah bagi kita untuk mendapat Ridho dan Surga-Nya. Bukankah Rasulullah telah mengabarkan bahwa seorang pelacur masuk surga karena sebab memberikan minum seekor anjing? Jika seekor anjing saja bisa menjadi wasilah keselamatan seorang pelacur, bagaimana dengan ribuan manusia yang sangat membutuhkan pertolongan? Wallahul musta’an.

Comments

comments

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*