Abdillah Onim: SO telah Mendistribusikan Bantuan Lebih dari 1 Milyar

6N7A2256

Gaza,-Syamorganizer.com- Warga Gaza kini harus menghadapi cuaca extrim. Dalam setahun sekali wilayah Palestina dan bumi Syam pada umumnya mengalami musim dingin tidak terkecuali wilayah Jalur Gaza yang terletak di wilayah Palestina bagian Timur barat persisnya berbatasan langsung dengan negara Piramida yaitu Mesir.

Hingga saat ini wilayah Gaza masih diselimuti musim dingin. Cuaca extrim dengan suhu di bawah nol derajat celsius terjadi khususnya di wilayah yang terletak di dataran tinggi seperti kota Al Quds dan Jerusalem. Kedua wilayah tersebut berbatasan langsung dengan Jordan.

Sementara itu suhu di wilayah Jalur Gaza selalu berubah dari suhu 2 derajat celcius hingga di bawah 10 derajat celcius.

Saat ini musim dingin sudah berada di siklus menurun menuju musim semi. Biasanya suhu udara pada siklus ini menjadi puncak extrim.

Wilayah Syam khususnya Palestina terdapat 4 musim yaitu musim dingin, musim semi (pepohonan dan buah2an berbunga ), musim gugur yaitu daun berjatuhan dan musim panas. Masing-masing musim berlangsung hingga 4 bulan. Dari keempat musim tersebut, dua musim yang sangat extrim terjadi pada musim dingin dan musim panas. Pada musim panas, suhu udara dapat mencapai 57 derajat celcius.

Bebarapa wilayah yang sangat memprihatinkan menjelang musim dingin yang terjadi di wilayah Syam adalah tanah Palestina khususnya Jalur Gaza dan wilayah Suriah.
Kenapa Suriah dan Gaza Palestina? Karena kedua wilayah ini sedang merana dilanda krisis kemanusiaan akibat konflik yang tak jelas kapan berakhir.

Wilayah Gaza yang baru lepas agresi Israel pada bulan Juli dan Agustus akhir tahun 2014, kondisinya tidak semakin baik. “Sebelum agresi Israel ke wilayah Gaza, saat itu kondisi Gaza sedang mengalami krisis baik dari segi kesehatan, keamanan dan juga ekonomi. Ya, krisis paceklik, mencekik. Disaat kondisi krisis tiba-tiba Israel melancarkan serangan di awal bulan Ramadhan tahun 2014. Benar-benar hancur dan bingung mau berbuat apa. Alhamdulillah sabar, tawakal dan keimanan yang dimiliki warga Gaza adalah warisan berharga yang dimiliki, tidak ada lagi yang dimiliki oleh warga Gaza selain itu”, jelas Abdillah Onim. “Pasca agresi Israel, pintu rafah tertutup makin kuat, rumah warga Gaza masih berupa puing-puing berserahkan. Gazaa ibarat kota mati. Bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza pun masih sangat minim. Warga asing atau NGO asing khususnya dari Indonesia tidak ada Satu pun yang berhasil masuk Gaza. Semua balik kanan saat tiba di Kairo Mesir karena prosedur masuk Gaza sangat sulit”, tulis wartawan yang kini menetap di Gaza kepada Syam Organizer melalu email.

“Pasca agresi Israel tadinya saya mengira bahwa kondisi akan pulih dan perekonomian akan teratasi dan kembali seperti semula. Ternyata perkiraanku 1000 persen meleset”, ungkapnya.

Bahkan tidak sedikit dari bantuan kemanusiaan sejak 6 bulan lalu hingga kini masih belum berhasil masuk ke wilayah Gaza. Menghadapi cobaan ini hanya sabar dan tawakal kepada Allah SWT, menerima dengan lapang dada. Warga sipil maupun pemerintah Palestina tidak dapat berbuat banyak. Himbauan ke semua negara lagi-lagi terkendala. Akses masuk Gaza sangat sulit.

“Sepengetahuan saya, alhamdulillah banyak dari NGO Indonesia peduli Palestina yang memang rutin mengirimkan bantuan. Baik itu disoundingkan ke saya atau mereka berkoordinasi langsung dengan NGO local di Gaza dalam merealisasikan bantuan kemanusiaan khususnya di musim pendingin. NGO Indonesia yang rutin mengirim bantuan ke Gaza tentu masing-masing mereka punya program sendiri seperti, Daarul Qur’an Indonesia telah membangun gedung yang namanya Graha daqu. Pihak Act. Dpu DT. Hasi Indonesia. Radio rodja. BSMI Jakarta Raya Serta beberapa NGO lainnya”,jelasnya saat ditanya NGO mana saja yang telah mewujudkan kepeduliannya untuk Muslim Palestina.
.
“Dan detik ini Syam Organizer sedang mendistribuzikan bantuan kemanusiaan program Hangatkan Bumis Syam musim dingin 2014-2015 yaitu ke 430 kepala keluarga berupa selimut hangat, bahan makanan atau sembako serta bantuan uang tunai”, katanya lebih lanjut.
Terdapat 6 wilayah yang menjadi sasaran pendistribusian. Keenam wilayah tersebut adalah Wilayah Johr dik Gaza tengah, Jabalia Gaza utara, Beit lahiya Gaza utara, Deir balah Gaza tengah, Khan Yunis Gaza selatan dan Rafah Gaza selatan. Mereka yang menerima bantuan adalah para janda, anak yatim, para pasien korban perang, keluarga fakir dan warga Gaza yang rumahnya sudah rata dengan tanah akibat diterpa roket Israel.

“Untuk distribusi bantuan ke wilayah Gaza kami bekerja sama dengan NGO Lokal. Mereka adalah mitra kami yang amanah dan profesional dalam menyalurkan bantuan ke warga Gaza. Dan alhamdulillah SO sendiri sudah mendistribusi bantuan ke warga Gaza sudah lebih dari 1 miliar rupiah”, demikian Abdillah Onim mengakhiri pesannya.

*****************

Syam Organizer terus mengajak kaum muslimin semua untuk;

bahu membahu menyisihkan rezekinya untuk membantu meringankan derita muslim di Bumi Syam, bahkan di seluruh dunia.

Kirim donasi untuk Suriah Anda ke rekening:
Bank Syariah Mandiri, No Rekening 7068692088 atas nama Yayasan Amal Syam Abadi
Tambahkan transfer dengan menambahkan 2000 di digit terakhir.
Konfirmasi setelah transfer SMS ke no +62878 3959 0200
dengan format SMS: nama/kota/besardonasi
Contoh: Abidin/Surabaya/Rp 5.002.000

 

Kirim donasi untuk Palestina Anda ke rekening:
Bank Mandiri, No Rekening 1370011025976 atas nama Yayasan Amal Syam Abadi
Tambahkan transfer dengan menambahkan 3000 di digit terakhir.
Konfirmasi setelah transfer SMS ke no +62878 3959 0200
dengan format SMS: nama/kota/besardonasi
Contoh: Abidin/Surabaya/Rp 5.003.000

Comments

comments

One comment

  1. Allahu Akbar 3X. Barokallahu fiekum wa fie umurikum. Tetap semangat saudaraku. Semoga Allah senantiasa memudahkan urusan kita dan kaum muslimin. Amin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*