Abu Fawzan : “Belum Ada Satu pun Negara Yang Peduli dengan Kondisi Suriah”

savethechildren

Semarang-Syamorganizer.com – Aksi kepedulian terhadap anak-anak Suriah diwujudkan oleh Syam Organizer di Wilayah Semarang berupa Tabligh Akbar #SaveTheCildrenOfSyria, pada, Sabtu (22/11). Acara ini digelar setelah sholat Isya di Masjid Baiturrohmah, Tlogosari, Semarang.

Pada kesempatan itu, Abu Fawzan bertindak sebagai pembicara inti. Ia memaparkan kondisi secara umum di Suriah dan kondisi pengungsi yang jumlahnya semakin hari semakin bertambah. Terlebih, anak-anak Suriah yang kehilangan keceriaan masa kecilnya akibat pembantaian dari rezim yang berkuasa di Suriah.

Relawan yang pernah bertugas di Suriah ini memperlihatkan saat ia berpose bersama anak-anak Suriah pada Agustus tahun lalu. Ia menyampaikan, “Saya tidak tahu, apakah anak-anak yang berpose bersama saya itu saat ini masih hidup atau sudah meninggal, karena setiap saat kematian mengancam mereka. Sniper-sniper rezim tidak segan-segan menembak penduduk muslim Suriah, termasuk anak-anak”, paparnya.

Relawan yang juga pecinta dunia anak ini juga menjelaskan, bahwa saat ini Suriah memasuki musim dingin. Suhu udara bisa mencapai di bawah nol derajat celcius. Kondisi ini sangat berat dirasakan oleh penduduk Suriah. Meski musim dingin hanya dua bulan, tetapi menjadi momok yang paling ditakuti. Musim dingin tahun lalu saja setidaknya lima belas bayi mati membeku. “Pada musim dingin tahun lalu setidaknya ada lima belas bayi yang mati membeku”, tuturnya.

Abu Fawzan menyayangkan tidak ada satu pun negara yang secara resmi membantu Suriah. Ia menjelaskan, bahwa saat ini belum ada satu pun negara yang secara resmi membantu kemanusiaan Suriah. “Kalaupun ada, bantuan-bantuan yang masuk masih bersifat pribadi melalui LSM-LSM kemanusiaan”, jelasnya[Husnan Ubaidillah/smrg]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*