Abu Shofi : “Merintis Sekolah Tahfidz di Suriah, Why Not?”

SEMARANG-Syamorganizer.com – Ahad (06/10/2013)  Masih banyaknya ummat Islam yang belum memahami krisis kemanusiaan multidimensi mega tragis yang terjadi di Suriah menyemangati Syam Organizer untuk kembali mengadakan Roadshow Tabligh Akbar 58 Kota “Tebar Cinta Untuk Bumi Syam” di Kota Loenpia Semarang untuk kali kedua. Bahkan tidak sedikit ummat Islam yang menganggap konflik Suriah adalah pure politik sebagaimana di negeri-negeri lain. Karenanya kita tidak perlu ikut campur tangan dengan urusan negeri orang. Nah, kabut syubhat seperti inilah yang hari ini menyelimuti sebagian kaum muslimin di Indonesia. “Perlu kita kampanyekan secara simultan dan terus menerus agar opini ummat Islam tidak keliru melihat krisis kemanusiaan di Suriah, karena salah menerima berita akan salah juga dalam berfikir dan bertindak”,  jelas ketua panitia Ust. Abu Hanan disela-sela persiapan event kepada reporter syam organizer.com
Agar memperbanyak titik dan memperluas jangkauan masyarakat, maka tabligh solidaritas kali ini digelar di dua tempat, yaitu di Masjid Taqwa Al-Muhajirin, Bendan Ngisor dan Masjid Madyo Mangun Karso, Jl. Woltermonginsidi 99 Pedurungan, Semarang dengan waktu yang berbeda.
Di Masjid Taqwa Al-Muhajirin sebagai lokasi pertama, dimanfaatkan oleh Ust. Tengku Azhar Al-Muhairy sebagai Relawan HASI Tim 7 untuk menjelaskan tentang sebab–sebab krisis Suriah, “Awal revolusi Suriah terjadi saat negeri-negeri Arab sedang musimnya demonstrasi menumbangkan pemerintahan yang dianggap diktator, seperti Libya dan Mesir”. “Demonstrasi rakyat Suriah dijawab dengan tembakan dan pembantaian terhadap rakyatnya dengan cara-cara yang keji dan tidak perperikemanusiaan, dan mereka dibantu oleh kekuatan Syi’ah Internasional, terutama Iran”. Ust. Tengku juga menambahkan,  “Disamping itu, rezim Assad yang notabene Syi’ah sekte Nushairiyah mendoktrin dengan sangat keji, yaitu “uqtuluu ahlussunnah tadkhulul jannah” yang artinya “bunuhlah ahlussunnah niscaya kalian masuk surga”. Doktrin yang belum pernah ada di agama mana pun kecuali agama Syi’ah. “Karena itu perlu kita fahami bahwa sesungguhnya yang terjadi di Suriah itu adalah konflik Sunni-Syi’ah, dan memang seperti itu kenyataannya”, ungkapnya.
Di sesi lain, Ust. Abu Shofi sebagai relawan Syam Organizer tim perdana mengawali cerita perjalanannya dengan bacaan murottal Surat Attiin dengan merdu. Kemudian beliau menjelaskan, bahwa, “Misi Syam Organizer adalah untuk kemanusiaan, dakwah dan pendidikan”. Lebih lanjut dipaparkan, “Untuk misi pendidikan, Syam Organizer sedang merintis sekolah tahfidz di sana, karena itu diperlukan guru penghafal Qur’an dari Indonesia”. Mengapa sekolah tahfidz? “Karena Suriah adalah bagian negeri Syam, dan Syam adalah negeri para nabi, para sahabat, para syuhada’ dan juga para ahli qiro’at”. “Wajar kalau kita mengembalikan zaman keemasan Syam dengan mencetak para penghafal Qur’an”, imbuhnya melengkapi.
Di akhir acara, Ust. Abu Shofi juga mengajak kepada ummat Islam Indonesia untuk menginfakkan sebagian hartanya untuk membantu penderitaan ummat Islam di Suriah. “Hari ini kita masih hidup normal dan mempunyai penghasilan, maka sisihkan sebagiannya, hari ini anak-anak kita masih ada jatah uang jajan, maka sisihkan sebagiannya, dan jika hari ini kita punya dua kendaraan maka sedekahkan satu motor untuk Suriah”, ajaknya bersemangat. Alhamdulillah antusiasme peserta cukup terbangun
Karena itu, mari bersama mewujudkan cita-cita mulia ini dengan membantu ummat Islam di Suriah, minimal dengan do’a, atau dana, tenaga, ilmu, opini yang benar, atau bahkan dengan darah sekalipun. (a-zet/syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*