Adakah yang Ingin Menjenguk Allah?

740104754_71015

Dalam hadits Qudsi tersebut Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam menceritakan, “Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala kelak di hari kiamat akan bertanya kepada kita, “Wahai anak Adam, Aku sakit, tetapi kenapa Engkau tidak menjenguk-Ku ?”
Manusia (kita) akan menjawab,”Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan menjenguk-Mu, sedangkan Engkau adalah Rabb, Tuhan Semesta Alam ?”
Allah subhanahu wa ta’ala akan bertanya, “Apakah engkau tidak tahu bahwa hamba-Ku si fulan sakit, sedangkan Engkau tidak menjenguknya ? Apakah engkau tidak tahu, seandainya engkau kunjungi dia, maka engkau akan dapati Aku di sisinya ?”
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman kembali, “Hai anak Adam, Aku minta makan kepadamu, tetapi kenapa Engkau tidak memberi-Ku makan ?”
Anak Adam akan menjawab, “Ya Tuhanku, bagaimana mungkin aku memberi makan kepada-Mu, sedangkan Engkau adalah Tuhan Semesta Alam ?”
Allah subhanahu wa ta’ala akan menggugat, “Apakah engkau tidak tahu hamba-Ku si fulan minta makan kepadamu sedangkan engkau tidak memberinya makan ? Apakah engkau tidak tahu seandainya engkau memberinya makan, engkau akan mendapatkan-Ku disisinya ?
Allah subhanahu wa ta’ala akan berfirman kembali, “Hai anak Adam, aku minta minum kepadamu, tetapi kenapa engkau tidak memberi-Ku minum ?”
Anak Adam akan menjawab lagi, “Bagaimana mungkin aku melakukan, padahal Engkau adalah Tuhan Semesta Alam ?”
Allah subhanahu wa ta’ala bertanya kembali, “Hamba-Ku si fulan meminta minum kepadamu, tetapi engkau tidak memberinya minum. Ketahuilah, seandainya engkau memberinya minum maka sudah pasti engkau akan mendapati-Ku di sisinya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim).

Inilah yang Allah ajarkan kepada kita semua lewat lisan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam. Kepedulian seorang muslim terhadap muslim yang lain, apalagi yang membutuhkan pertolongan akan menimbulkan kecintaan Allah kepadanya. Sebaliknya Allah murka manakala kepedulian terhadap sesama muslim hilang dari diri seorang muslim. Rasulullah menegaskan, “Perumpamaan kaum mukminin dalam kecintaan dan kasih sayang mereka adalah bagaikan satu jasad, apabila satu anggota tubuh sakit maka seluruh badan akan susah tidur dan terasa panas”
Lihatlah bagaimana Rasulullah menggambarkan dengan jelas bagaimana seharusnya setiap muslim bersikap dengan muslim yang lain.

Umat Islam adalah umat yang satu. Tidak ada yang memisahkan dan membatasi satu dengan yang lainnya kecuali akidah. Bukan batas wilayah, bahasa atau suku bangsa. Selama akidahnya masih lurus kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada yang menghalangi dirinya untuk mendapatkan hak pertolongan dari umat Islam yang lain. Simaklah apa yang disampaikan Ustadz Abu Harits, Lc. (Sekjen FIPS) terkait dengan derita kaum muslimin di Suriah.

“Ketahuilah di sana ada ribuan.. ratusan ribu anak-anak kaum muslimin yang saat sekarang terlantar, mereka menjadi yatim, mereka kehilangan orang tua, mereka kehilangan ibunda mereka akibat keganasan, kekejaman orang-orang kafir yang meluluhlantakkan bangunan dan membunuh kerabat mereka. Itulah yang saat sekarang terjadi di Suriah. Anak-anak kita bukanlah anak-anak yang  sekarang berada di tengah-tengah kita. Namun, anak-anak kita juga ada yang berada di Suriah sana yang mereka pun memiliki hak yang sama untuk diberi perhatian dan kepedulian.”

Beliau juga mengajak kaum muslimin untuk ikut menyukseskan program 100 ribu untuk SaveTheChildrenOfSyria, sebuah program kemanusiaan yang diusung oleh Syam Organizer untuk membantu kaum muslimin di Suriah khususnya anak-anak dalam menghadapi musim dingin.
“Dengan 100 ribu ini semoga bisa menjadi saksi besok di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala agar kita terbebaskan dari hisab terkait dengan kewajiban ukhuwwah islamiyyah kita sebagai sesama orang mukmin” tandasnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*