Agung Dwi Cahyono: Garansi kecintaan Kepada Sesama Mukmin Keimanan

DSC_0221

Kudus – Syamorganizer.com – Ahad (15/11/2015) Syam organizer menggelar Tabligh Akbar Serentak 28 Kota bertajuk “Bantu Suriah Pertahankan Al Aqsha.” Warga sekitar kota Pati, Purwodadi, Rembang, Jepara dan warga Kudus sendiri cukup antusias menghadiri event tersebut. Meski pamflet dan baliho yang disebar dirusak oleh oknum misterius, tak menghalangi panitia untuk menginformasikan agenda ini ke ummat dengan cara “mouth to mouth” (dari mulut ke mulut).

Tidak kurang 400 peserta memadati masjid Al Furqon di Burikan pagi itu. Penuh dan sesak tampak dari halaman masjid. Kabar terbaru tentang Suriah dan Al Aqsha cukup membuat hadirin penasaran, mulai dari tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan saudara – saudara di sana hari ini, dan apa yang bisa kita lakukan saat ini untuk meringankan penderitaan mereka. Pukul 08.30 WIB tepat, kajian dibuka oleh majelis tarjjih PDM Jepara, ustadz Sukahar, MPI sebagai moderator.

Empat pemateri, diantaranya Ustadz Agung Dwi Nurcahyo, SS. M.Pd sebagai ketua HTI Kudus. Ustadz Sholih Hasyim, S. Sos. I sebagai anggota dewan syuro Hidayatullah, Ustadz Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi sebagi relawan kemanusan untuk Suriah, dan Ustadz Muhtadi sebagai Da’i dan praktisi hadits turut serta bersedia bersama syam organizer untuk membangkitkan rasa ukhuwah Islamiyah dan menjelaskan kepada ummat tentang kondisi yang sebenarnya terjadi di Suriah dan Al Aqsha.

Ustadz Agung Dwi Cahyono sebagai ketua HTI Kudus sebagai salah satu pemateri pada event tersebut mengajak seluruh elemen umat Islam bersatu untuk ikut serta memikirkan penderitaan yang dialami umat Islam di seluruh dunia terkhusus penduduk muslim di negeri Syam. Karena kebahagiaan bagi saudara mukmin adalah kebahagiaan kita. Dan garansi kecintaan kita kepada mukmin yang lainnya adalah “keimanan”, ini salah satu yang harus mendasari seseorang sebagai mukmin.

Ustadz Pizaro dalam penjelasannya lebih banyak menjelaskan kondisi politik yang terjadi di Suriah, Tidak hanya rezim Bashar Assad yang melakukan pembantaian terhadap kaum muslimin di Suriah, tetapi semua musuh-musuh Islam bersatu menyerang kaum muslimin di Suriah, demi kepentingan mereka masing-masing.
“Sebut saja, siapa musuh Islam saat ini, semuanya ada di Suriah untuk memerangi kaum muslimin. Dari Yahudi diwakili oleh Israel, Salibis-Zionis diwakili oleh Amerika, Syiah diwakili oleh rezim Bashar Assad, dan Komunis diwakili oleh Rusia,” ungkap Pizaro.

Tak kalah menarik Ustadz Sholih Hasyim memaparkan tentang pentingnya terlibat dalam urusan Syam, karena kiblat pertama kaum muslimin ada di sana. Ustadz Muhtadi sebagai pemateri terakhir memantapkan keyakinan ummat bahwa di tengah – tengah fitnah yang melanda ummat hari ini kita perlu tahu seperti apa nubuwwah mengabarkan rangkaian peristiwa yang terjadi di akhir zaman, sehingga kita pun bisa menentukan sikap kita sebagaimana yang di sampaikan nubuwwah. Karena tentunya “Musuh-musuh Islam tidak akan pernah rela bahwa nubuwah kemenangan umat itu wujud kembali,”

Kegiatan diakhiri dengan penggalangan dana untuk kaum muslimin di Suriah. “Semoga munasharah kita ini mendapatkan ridlo dari Allah, bisa sedikit membantu meringankan beban saudara kita kaum muslimin yang berada di bumi syam. Dan kami haturkan jazakumullah khoiran katsiran atas pastisipasi hadirin yang dimuliakan Allah.” Tutup moderator pada penghujung acara tabligh Akbar serentak 28 kota “Bantu uriah Pertahankan Al Aqsha” di kota Kudus. (Rep-Arianda Soemantri)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*