Airmata Perpisahan pun Tak Dapat Ditahan

perpisahan 2

Poso, Syamorganizer.com – Suasana haru melingkupi masjid Al Firdaus, Gebangrejo, Poso. Pagi itu Kamis (8/7) Syaikh berpamitan kepada seluruh kaum muslimin di Poso untuk meneruskan rangkaian Safari Ramadhan 1436 H.

“Saya ini hanya ibarat burung Hud Hud yang kecil yang menyampaikan kabar kepada raja Sulaiman”, demikian Syaikh mengawali pembicaraanya. Karenanya Syaikh Abdel Monem Ali Hasanain Al Jabari merasa tidak pantas berdiri dan berbicara apalagi memberi tausiyah di hadapan kaum muslimin di Poso yang mereka telah lebih dulu membuktikan keimanannya dengan mempertaruhkan jiwa dan raga untuk menjaga izzah kaum muslimin dari rongrongan kaum kafirin.

perpisahan

Meski demikian, Syaikh Abdel Monem Ali Hasanain Al Jabari mengucapkan terima kasih dan menyatakan kegembiraannya dapat datang di bumi Sintuwu Maroso dalam rangka mengkabarkan kondisi kaum muslimin di Palestina kepada kaum muslimin di Indonesia. Kegembiraan dan kebahagiaan itu bahkan telah ia rasakan saat pertama berada di Poso.
“Saya sudah merasakan hari raya di sini. Bahkan saya sudah merasakannya sejak pertama saya di Poso”, tuturnya yang diterjemahkan oleh Ust. Dudi Abu Yahya. Imam dari Palestina itu juga berharap agar kebahagiaan dan kegembiraan bersama kaum muslimin di Poso ini dapat berlanjut hingga di surga kelak.

Suasana semakin haru tatkala kalimat-kalimat itu diucapkan dengan derai airmata, baik dari Syaikh Abdel Monem sendiri maupun dari ust. Dudi yang menerjemahkan. Bahkan bening airmata juga tidak bisa ditahan oleh H. Adnan Arsal dan seluruh yang hadir di masjid Al Firdaus pagi itu. Seolah perpisahan yang terjadi adalah perpisahan yang panjang dan kekal. Hingga tiada lagi kesempatan bertemu lagi kecuali setelah semuanya menghadap kepada Allah SWT dan dipertemukan kembali di jannah. (ar70)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*