Akan Kami Bunuh Sunni di Indonesia

“Tidak ada gunanya harta yang digunakan untuk berfoya-foya saja”,demikian Camat Wedi, Muhammad Himawan Purnomo memulai sambutannya pada acara Tabligh dengan tema Tebar Cinta untuk Bumi Syam, Sabtu (30/11/2013) di Masjid Raya Wedi. Selain itu beliau juga memberi apresiasi kepada segenap panitia semua umat islam yang mendukung kegiatan Tebar Cinta untuk Bumi Syam tersebut. Tabligh yang dimulai pukul 20.30 WIB ini menghadirkan 2 relawan yakni ust. Tengku Azhar, Lc dan Ust. Ryan Arif Rahman, M.A (Relawan HASI untuk Suriah tim 9) dan Tengku Azhar (Relawan HASI untuk Suriah tim 7).
 
Dalam kesempatan ini pembicara pertama, ust. Tengku Azhar, Lc. menegaskan kembali kenapa Suriah layak dan wajib mendapat perhatian umat islam semuanya walaupun tidak boleh juga adanya pengesampingan pembelaan terhadap muslimin di wilayah lain yang tertindas.
“Kalau rohingnya jelas’ islam dimusuhi budha dan kaum muslimin sepakat akan kekafirannya. Demikian juga Palestina, umat Islam diperangi oleh Zionis Yahudi dan umat Islam juga sepakat kekafirannya. Tapi di suriah banyak yang tidak tahu, bahwa di sana kaum muslimin dibantai oleh syiah, yang kafir dan musyrik”, jelasnya.
“Syiah dimanapun berada selalu menjelek jelakan para shahabat bahkan Ummul Mukminin, Aisyah R.A sering disebutnya sebagai wanita pelacur dan pezina”, tambahnya “Sehingga Muhammadiyah harus bersikap tegas terhadap syiah karena syiah sangat membenci ummul Mukminin, padahal dalam wadah Muhammadiyah Ummul Mukminin dijadikan salah satu ikon dalam gerakannya”, lanjut ustadz Tengku, yang sering diundang mengisi dalam majelis-majelis Muhammadiyah.

Lebih lanjut beliau menegaskan bahwa perbedaan Syiah dan Sunni bukanlah perbedaan furu’ (cabang) tapi perbedaan ushul (dasar). Kaum Syiah bahkan telah bersatu dengan Yahudi untuk menghancurkan Islam. Mereka masuk di beberapa lini kehidupan termasuk pada lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan Lazuardi al Falaah termasuk SMA Padma Wijaya yang berada di sebelah Stadion Trikoyo, Klaten adalah salah satu lembaga pendidikan milik Syiah. Tetapi banyak yang tidak mengetahui keberadaan dan misi lembaga pendidikan tersebut karena lihainya kaum Syiah dalam berdusta. Bahkan saking pinternya syiah berdusta Iblis ingin belajar berdusta pada syiah.

Sementara terkait dengan kekejian kaum syiah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan orang-orang Syiah lebih keji dari yahudi dan nashrani.

“Akan kami bunuh seluruh sunni di Indonesia walaupun mereka bersembunyi di lubang-lubang tikus, kalau ada revolusi syiah di Indonesia nanti terjadi, begitu mereka orang-orang syiah menulis di dinding facebook mereka”, tandas ustadz Tengku mengakhiri pembicaraanya setelah lebih dari 35 menit beliau paparkan Syiah dan kekejian yang mereka lakukan di Suriah lewat tayangan video-videonya.

Mengawali pembicaraan pada sesi 2, Ust Ryan Arif Rahmad, M.A. menegaskan bahwa konflik di suriah bukan konflik antara pemerintah dengan sipil tetapi konflik antara hak dan bathil. Ada 3 hal yang mendasar yang mengharuskan setiap umat islam di Indonesia memberikan perhatian dan bantuannya kepada umat islam di Suriah, tiga hal tersebut adalah tuntutan ikatan ukhuwwah islamiyah, kewajiban menolong yang terzhalimi dan tuntutan untuk membangun kembali masyarakat.

“Tidak ada yang tersisa saat kita melihat kondisi saudara muslim di Suriah kecuali kesedihan”, tandasnya dengan suara berat. Ada cerita yang mengharu-biru, saat relawan sampai ke Suriah. Seorang anak mendatangi sang relawan dan meminta roti karena sudah tiga hari si anak tidak makan roti (Roti adalah makanan pokok rakyat Suriah seperti nasi di sebagian besar wilayah Indonesia). Belum lagi berkurang rasa trenyuh hati relawan HASI ke 9 ini datang lagi seorang anak yang minta permen kepadanya, karena sudah tiga tahun dia tidak makan permen. Di sisi lain ketika relawan ini mengatakan bahwa tidak banyak bantuan yang bisa mereka berikan dan jauh dari memenuhi kebutuhan mereka, mereka pun mengatakan bahwa kehadiran kami di sana telah membuat mereka senang dan termotivasi bahwa mereka tidak sendiri. Akhirnya ust. Arif mengajak kaum muslimin semuanya untuk memberikan kontribusinya untuk Suriah dengan jalan mengetahuo kondisi mereka dengan pengetahuan yang benar, mendoakan khusus buat mereka dalam setiap doa dan memberikan bantuan berupa apa saja yang disanggupi berapapun besar bantuan itu karena tidak ada satu rupiah pun sumbangan yang diberikan kecuali bermanfaat bagi mereka.

 
Sekitar pukul 22.00 WIB acara diakhiri dengan penyerahan dana yang terkumpul dari panitia kepada perwakilan Syam Organizer. Infaq yang berhasil dikumpulkan panitia sebelum dan saat kegiatan tercatat Rp 7.304.900. Semoga bermanfaat.
(AR70/syamoranizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*