Akibat Penghancuran Terowongan Rafah

Ilustrasi

Gaza, Selasa, (29/10/2013) – Syamorganizer.com – Akibat penghancuran terowongan, kementerian perekonomian Palestina di Gaza mengalami kerugian sebesar 2,3 Triliun Rupiah dalam setiap bulannya.

Hal tersebut ditegaskan oleh pihak kementerian perekonomian di Gaza, kerugian tersebut diakibatkan oleh penutupan dan penghancuran terowongan yang dilakukan oleh pemerintah Mesir, kerugian besar meliputi sektor industri, perdagangan, pertanian, transportasi dan konstruksi. Setelah dikalkulasi oleh pihak kementrian perekonomian 1 bulan lalu, total kerugian mencapai 2,3 Triliun Rupiah. Kerugian tersebut sangat seimbang dan sangat logis dikarenakan perekonomian rakyat Gaza bergantung pada terowongan antara lain untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan serta bahan baku lainnya serta bahan produksi.
Wakil menteri perekonomian Palestina di Gaza Mr.Hatem Uwaidah saat melakukan pertemuan khusus berkaitan laporan pertanggung jawaban di kubu kementerian perekonomian, beliau menambahkan bahwa pihak kementerian perekonomian tidak hanya menemukan kerugian yang sangat besar akan tetapi juga melalui sensus tahunan menemukan jumlah penggangguran di Gaza yang sangat signifikan yaitu jumlah penggangguran kembali bertambah menjadi 43 % dari 1,7 juta jiwa jumlah jiwa warga Gaza,tentunya akibat dari penutupan dan penghancuran terowongan.
Begitu juga produk domestik bruto mengalami penurunan yang sangat cepat yaitu 3 % pada indeks harga konsumen tingginya harga bahan pokok yang beredar di pasar serta biaya transportasi pun sangat tinggi, karena zionis Israel mengancam keamanan bagi warga Gaza.
Masyarakat Gaza juga harus berhadapan dengan kondisi income yang sangat memprihatinkan akibat dari blokade Israel dan penghancuran terowongan, dari kondisi tersebut tentu tidak ada lapangan pekerjaan yang mempengaruhi program pemerintah palestina di Gaza.
Hanya Allah swt yang tahu akan nasib rakyat Gaza, ke depannya. Yang jelas kita sebagai pemerhati kemanusiaan dan pembela hak-hak kaum yang tertindas jangan pernah bosan untuk tetap berada di belakang rakyat Palestina.
Itu sekilas cermin penderitaan rakyat Jalur Gaza, krisis kemanusiaan seakan menjadi sahabat rakyat Gaza-Palestina.
Kontributor: Abdillah Onim (Relawan Indonesia U/Palestina dan wartawan Indonesia yang saat ini menetap di Gaza)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*