Balita 3 bulan tewas korban penutupan pintu Rafah, Harapan, Penantian dan penderitaan.

Gaza,18/14. Syamorganizer.com – Mungkin bagi para pembaca budiman merasa bahwa tulisan ini hanyalah ketikan singkat yang hanya memerlukan waktu kurang dari 1 menit untuk dibaca, akan tetapi bagi rakyat Gaza sudah lebih dari 7 tahun mereka hidup dalam penantian, harapan dan penderitaan akibat dari kepungan atau blockade Israel atas wilayah Gaza, di awal agresi Israel ke Gaza tentu mereka harus berlumuran darah sedangkan di akhir invasi Israel mereka dihadapkan dengan penutupan akses yaitu perbatasan Rafah yaitu perbatasan pintu penyeberangan antara Gaza dan Mesir, ya dari berlumur darah beralih linangan air mata.
Saya undang kalian meluangkan waktu sejenak untuk membaca risalah ini, setitik dari segunung derita Gaza dengan hati atas landasan persaudaraan, bismillah..
Balita asal Gaza berusia 3 bulan bernama Ahmad Omar Abo Nahl, mengalami pembengkakan hati dan liver, menderita sakit dan kejang-kejang, bernafas atas bantuan oksigen (sumber info dari pihak RS.Syifa Gaza City), akibat sakit yang Ahmad derita terkadang raut wajah Ahmad berubah menjadi biru dan pucat, karena alat medis yang terdapat di Gaza tidak memadai untuk merawat Ahmad dengan demikian darurat harus di rujuk ke Mesir untuk mendapatkan perawatan medis.
Bergegas ambulan yang mengangkut Ahmad menuju perbatasan Antara Gaza dan Mesir dengan harapan agar Ahmad secepatnya di evakuasi ke Rumah Sakit yang ada di Mesir, pihak Rumah sakit di Gaza sudah bernegosiasi dengan pihak imigrasi Rafah Mesir, tapi usaha mereka gagal alias di tolak oleh imigrasi Rafah Mesir, hari berikutnya mereka coba kembali, juga gagal sedangkan kondisi Ahmad kian kritis, mulai sulit bernafas dan raut wajahnya kian pucat dan biru.
Dengan demikian pihak medis balik arah dengan mencoba melewati pintu perbatasan pintu penyeberangan Erez (pintu penyebrangan antara Gaza dan israel), akan tetapi pihak israel tidak mengijinkan si Ahmad untuk berobat ke Tepi Barat.
Ketika ibu Ahmad diwawancarai sebelum putranya wafat, wanita ini menjelaskan: 
“Hingga saat ini Ahmad selalu mengandalkan oksigen, kadang saking susah bernafas raut wajah Ahmad berubah menjadi biru, karena di alat kesehatan terdapat di rumah Sakit di Gaza tidak memadai dengan demikian pihak medis menyarankan agar secepatnya Ahmad dirujuk ke rumah sakit di Mesir, demikian saya sangat berharap jika ada yang membantu saya untuk memudahkan anak saya untuk berobat ke luar dari Gaza, kondisi Ahmad kian kritis saya takut beberapa detik kemudian atau 1 jam kemudian saya tidak dapat melihat Ahmad lagi, dengan demikian tolong bantu agar kami diijinkan keluar dari Gaza untuk mengobati Ahmad, demikian harapan ibu Ahmad dengan tangisan dan linangan air mata”
Akan tetapi, sia-sia air mata ibu Ahmad, Ahmad pun meninggal dunia..
Sementara itu, ungkapan kesedihan ayah Ahmad sangat nampak. Sembari menggendong jasad Ahmad (Rahimahullah ya Ahmad) dan dengan linangan air mata, beliau menuturkan, Saya ingin agar seluruh negara Arab mengetahui, jika mereka tidak mau tahu maka Allah swt maha mengetahui, lanjut ayah Ahmad..saya ingin agar dunia tahu tentang kematian Ahmad dan balita-balita lainnya yang tewas di Rumah Sakit akibat tidak dapat di rujuk ke Rumah Sakit di luar Gaza, dimana tanggung jawab dunia Internasional..Jika kalian tidak beragama maka minimal kalian memiliki rasa persaudaraan dan peduli atas kemusiaan, jika kalian tidak peduli akan urusan negara Arab maka minimal kalian peduli akan kemanusiaan,tegas ayah Ahmad dengan linangan air mata”
Berapa hari berlalu, gagal evakuasi ke Mesir untuk mendapatkan perawatan akhirnya si Ahmad balita Gaza berusia 3 bulan dengan tabung oksigen serta masker alat bantu bernafas tersebut melepaskan nafas terakhir di perbatasan antara Gaza dan Mesir.
Innalillahi wa inna ilahi rajiun..Allah swt berhendak lain, tapi mengapa balita berusia 3 bulan harus menerima penderitaan seperti itu akibat dari gejolak hubungan politik yang kurang akrab antara Gaza dan Mesir ?
Kontributor: Abdillah Onim

=============
Like Fans Page Syam Organizer untuk mengetahui kondisi kaum muslimin di dunia
=============

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*