Banyak Perbedaan Disatukan dengan Akidah

Syamorganizer.com – Hidup jauh di negeri asing , apalagi yang berbeda kultur tentu membutuhkan daya adaptasi yang tinggi. Bagi orang yang dapat survival dengan kondisi di atas, mungkin perbedaan iklim makanan, bahasa dan adat istiadat setempat tidak menjadi kendala. Tapi hal hal seperti itu tidak selalu dimiliki oleh semua orang.
Seperti itulah yang terjadi saat tim Syam Organizer 2 dan HASI 9 pertama kali menginjakkan kakinya ke Istanbul Turki. Kami langsung disambut suhu dingin 16 derajat celcius, suhu yang sama kami rasakan selama di Salma Suriah. Maka jangan heran jika dipoto kami nampak gemuk. Bukan karena banyak makan, tapi baju kami bisa rangkap 3 atau 4 untuk menghangatkan tubuh ini. Meski kadang di malam hari kami ditemani Midfak, kotak besi yang berisi kayu bakar sebagai penghangat.
Demikian pula saat seorang ibu di Indonesia mengomentari foto kami dengan celana isbal, bukan kami tidak cinta sunnah, tapi ini untuk menolak hawa dingin.
Belum lagi lidah kami sudah harus bersosialisasi dengan makanan di sini. Hubus, humus, jubnah, laban, tin, zaitun dan sebagainya. Semua terasa serba asin, kecut bahkan pahit. Karenanya, untuk mengimbanginya, kami terkadang masak sendiri dengan bekal masakan dari Indonesia.
Lalu bahasa keseharian yang mereka pakai adalah Arab ammiyah atau pasaran. Namun persoalan ini bisa teratasi dengan bahasa Arab fushah atau komunikasi seadanya seperti bahasa isyarat, yang penting nyambung.
Meski perbedaan begitu banyak satu hal yang menyatukan kami yakni kesamaan akidah. Kesamaan aqidah inilah yg membuat kami bisa terus bertahan di bumi yang penuh berkah ini, bumi Syam.
Rep: Relawan Syam Organizer
Red: AR70

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*