Bus dari Umat Islam Indonesia untuk murid-murid di Suriah

bus so2

Suriah, Syam Organizer.com – Ketika Abu Ahmad dan Abu Abdurrahman, dua relawan kemanusiaan Syam Organizer untuk Suriah, berkesempatan mengunjungi sekolah bagi anak-anak Suriah keprihatinan terasa di benak kedua relawan tersebut. Para relawan juga diberi kesempatan untuk melihat-lihat bangunan sekolah, aula untuk pertemuan dan juga ruang guru yang semuanya serba darurat.

Mereka juga diajak melihat sumber air yang mengaliri semua kebutuhan air di sekolah tersebut yang letaknya di balik gunung. Untuk sampai ke sumber air tersebut harus melewati medan yang cukup berat yaitu jalan setapak yang di sampingnya jurang yang sangat curam. Setelah itu harus menyusuri sungai yang sudah kering airnya barulah sumber mata air dapat ditemukan.

Dari keterangan Abu Muadz dan Abu Muhammad, didapat informasi tentang kebutuhan yang paling mendesak untuk kebutuhan sekolah.

“Selama ini setiap hari kami menyewa 3 sampai 4 bus untuk mengangkut anak-anak berangkat dan pulang sekolah dari berbagai desa dan tenda-tenda pengungsian. Jadi bus merupakan kebutuhan mendesak”, jelas Abu Muhammad kepada para relawan.

Selain kebutuhan transportasi ada banyak kebutuhan standar bagi sebuah sekolah yang juga belum bisa terpenuhi. Hal ini disebabkan karena murid-murid yang belajar di sana tidak dipungut biaya alias gratis. Akibatnya para pengajarnya pun juga tidak dibayar. Kalau pun para pengajar itu mendapatkan uang, paling hanya sekedar santunan yang jumlahnya sangat tidak mencukupi untuk kehidupan mereka. Padahal di antara para ustadz atau ustadzah ada yang sudah mempunyai keluarga dan bahkan keduanya, suami istri tersebut sama-sama mengajar di sekolah tersebut.

Karena pertimbangan prioritas, bantuan dari kaum muslimin Indonesia yang diamanahkan kepada Syam Organizer pun sebagian digunakan untuk membeli bus dan juga memberi santunan kepada para pengajar. (rep. Relawan tim 7)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*