Catatan Relawan # 15: Ambulance Relawan Menjadi Sasaran Roket Bashar Assad


Selepas kunjungan ke kamp pengungsian di Jabal Turkman, lalu ke markaz relawan medis MSF dan pabrik hubus di perbatasan Turki, kami pun akhirnya pulang. Puas karena bisa merealisasikan banyak agenda di tempat yg berbeda. Intinya tim senang dengan perjalanan hari ini sehingga capek pun tidak kami rasakan.

Seperti hari hari sebelumnya, perjalanan pulang dengan mobil ambulance ini selalu dimanfaatkan tim untuk rehat melepas lelah. Ini kami lakukan agar kondisi sedikit fresh untuk membuat dan mengirim berita saat tiba ditempat kami. Tapi apa daya,  saat pulang malam inilah tim mengalami sport jantung. Sorot lampu mobil ambulance yang relatif terang di kegelapan malam ini ternyata mengundang sorotan mata mata tentara Bashar yang diperbatasan bukit lainnya. Dan seperti yang diperkirakan, mobil kami yang menjadi sumber cahaya bergerak pun kini berubah menjadi obyek perburuan mereka.

Sepanjang perjalanan menyusuri perbukitan ditengah malam yang gelap gulita, mobil kami diserang banyak roket. Tim kami melihat bagaimana roket roket itu memburu mobil kami. Roket roket tersebut terkadang lewat di atas kami lalu meledak di alang-alang rerumputan. Tampak cahaya api yang membakar rerumputan dan ranting pepohonan di mana-mana. Terkadang meledak di jalan yang barusan kami lalui dan kadang pula meledak di jalan yang akan dilalui. Ini yg membuat sopir Khol Nizar terus waspada mengatur kecepatan mobil di tengah gempuran ini. Sementara kami terus berdoa agar Alloh selalu melindungi perjalanan ini.

Kondisi semakin tegang saat mobil tiba-tiba mogok. Padahal perjalanan pulang kurang sejam lagi. Gelap, kami dilarang keluar sementara mobil mogok harus segera diperbaiki secepatnya. Akhirnya dengan sedikit cahaya senter, mobil pun bisa diperbaiki. Maka kembali mobil dipacu kencang. Menembus kegelapan malam, kali ini tanpa cahaya. Lajunya kencang. Kalah pereli Paris Dakar. Dentuman kembali terdengar di sekitar rute pulang mobil kami. Tentara Bashar nampaknya bernafsu sekali untuk menghentikan laju mobil ini. Kami terus berdoa sambil bertawakkal kepada Alloh.

Alhamdulillah akhirnya kami selamat sampai tujuan. Menurut Abu Hunaifah, ketua tim, inilah kenangan seumur hidup yang tak terlupakan. Bikin hidup lebih hidup. Sensasi para rijal.

Rep: Relawan Syamorganizer
Red: AR70

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*