Catatan Relawan # 19 : Tanda-Tanda Kekuasaan Allah di Bumi Syam

Kejadian yang menakjubkan dan di luar batas kewajaran sering terjadi di bumi jihad. Kisah kisah yang menggambarkan kebesaran ayat ayat Alloh dalam rangka menolong dan memuliakan wali wali-Nya, yaitu mujahidin fie sabilillah. Tak terkecuali dengan bumi Syam. Banyak dijumpai kejadian-kejadian indah di bumi ribath dan jihad ini. Berikut beberapa kisah tersebut yang bisa kami share untuk anda.
  1. Saat di hutan perbukitan, seorang mujahid menemukan seekor rusa yang terkapar. Tubuhnya penuh luka. Sepertinya akibat cakaran kuku tajam srigala yang mencoba memangsanya. Lalu dengan rasa iba, mujahid ini mendekatinya. Digendongnya rusa ini kemudian ia bawa pulang. Sesampainya di rumah, mujahid ini bergegas menuju ke rumah sakit lapangan. Ia sangat mengkhawatirkan kondisi rusa itu yang kian melemah. Alhamdulillah tim medis bergerak cepat menangani rusa tersebut. Selesai penanganan medis, rusa itu dibawa pulang. Mujahid itu merawatnya dengan kasih sayang. Beberapa hari kemudian rusa itu sembuh. Lalu rusa itu dilepas ke hutan kembali. Subhanalloh, seminggu kemudian rusa tersebut keluar dari hutan. Ia berlari kecil menuju pemukiman warga. Rusa itu nampaknya hafal betul dengan jalan yang dilaluinya. Hingga ia berhenti di sebuah rumah. Tempat yang dulu ia pernah dirawat saat luka. Rumah milik mujahid. Sang mujahid pun bergembira saat dipertemukan Alloh dengan rusa itu. Seakan rusa ini merindukan dirinya dan ingin mengucapkan terima kasih atas kebaikan mujahid ini terhadap dirinya. Allohu akbar.
  2. Saat itu terjadi pertempuran yang sengit di tengah hutan perbukitan, antara mujahidin dengan tentara Bashar. Tentara Syiah berhasil dipukul mundur mujahidin. Masalah berikutnya muncul ketika mujahidin tiba-tiba diserang lewat udara. Ternyata musuh meminta bantuan. Pesawat MiG meluncurkan roket dan helikopter menjatuhkan birmil. Mujahidin hanya bisa bertahan seadanya terhadap serangan dadakan ini. Akhirnya mujahidin terkepung, sementara tentara tentara setan hanya berani mengepung saja. Dalam kondisi terisolir berhari hari,  membuat logistik mujahidin kian menipis. Mereka harus survival. Untuk menahan rasa lapar, mereka terpaksa makan dedaunan. Minumnya? Mereka kesulitan mendapatkan mata air. Subhanalloh, salah satu mujahid berinisiatif untuk menggali tanah dengan tangannya. Allohu akbar, dari galian tanah yang tidak seberapa dalam tadi, tiba tiba muncullah air yang memancar dengan deras. Dengan air inilah akhirnya mujahidin meminumnya dan memanfaatkan untuk kebutuhan lainnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*