Catatan Relawan #2 ‘Sahur Shoum Arofah’

Keutamaan bumi Syam bertambah ketika menyatu dengan keutamaan 10 hari pertama Dzulhijjah. Tim ke-9 HASI dan tim ke-2 Syam Organizer sangat beruntung karena mendapatkan syaraful makan dan syarofuz zaman ini sekaligus. Alhamdulillah ‘alaa kulli haal.
Mengingat hari ini tanggal 9 Dzulhijjah dimana disunahkan shoum arafah, maka pukul 04.00 waktu Suriah Abu Fuadi telah menyiapkan makan sahur; roti suri, telur goreng,  zubnah, dan makanan khas Suriah lainnya. Tentu makanan ini sangat asing di lidah orang Indonesia, namun kita bisa menikmatinya dan roti bundar selebar nampan itu habis juga. Sekalipun  Abu Hunaifa, ketua tim yang lidahnya belum ‘bebas roaming’ ini berjuang keras untuk menghabiskannya dengan menambah menu khas Indonesia yaitu rendang sapi.
Semoga Allah menguatkan kami menjalankan ibadah shoum arafah ini. Terlebih ketika bertemu dr. Romi kemarin saat menyambut kedatangan kami, beliau berkata yang membuat kami terlecut semangat. Beliau mengatakan, “Biasanya kebanyakan orang di saat hari raya adalah pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan sanak saudara yang dicintainya. Namun berbeda dengan antum, di saat hari raya idul fithri dan idul adha justru meninggalkan keluarga dan negeri sendiri menuju bumi Syam. Subhanallah!”. Kalimat yg sama juga kami dapatkan dari Syeikh Ghoyyats saat memberikan taujih untuk melepas kepergian kami ke bumi Syam.
Begitulah… setelah bumi haramain, bumi syam memang kita rindukan untuk mengunjunginya. 
Rep : Relawan Syam Organizer Tim 2
Red: Osama

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*