Catatan Relawan # 20 : Hari Jumat di Salma

Syamorganizer.com – Jumat tanggal 8 Nopember 2013 seperti biasa menjadi hari yang mulia bagi umat Islam. Namun itu tidak berlaku bagi muslimin di Suriah. Bagi mereka, Jumat adalah hari yang selalu menegangkan. Penuh dengan kejutan kengerian. Jika mayoritas muslimin di belahan dunia lainnya bisa melaluinya dengan serangkaian khutbah dan sholat jumat dengan khusyuk, maka muslimin Suriah menjalaninya dengan perasaan was-was.

Kecemasan seperti itulah yang sering menghantui muslimin Suriah dan tim relawan yang bertugas di sana. Mengapa? Jawabannya adalah karena penduduk Syam mengucapkan, “Robbunalloh.” Tuhan kami adalah Alloh. Ucapan itulah yang membuat kedengkian thoghut Bashar sehingga ia sering memerintahkan antek-anteknya untuk melakukan serangan udara di hari jumat.

Kisah-kisah tentang jamaah yang berlarian meninggalkan khutbah jumat karena bunyi pesawat MiG yang akan mengebom mereka atau khotib yang terpaksa memendekkan bacaan sholatnya hanya membaca surat Al Ikhlas dan Al Kautsar, bukan Al A’la dan Al Ghosiyah sering terjadi.  Pekan lalu, misalnya, sebelum pelaksanaan sholat jumat, sejumlah dentuman roket dari tank dan mortar diarahkan ke Salma. Suasana Jumat pagi  menjadi tegang. Terpikir untuk tidak melaksanakan sholat jumat. Padahal sudah diagendakan ustadz Abu Yazid, relawan Syam Organizer asal Medan, untuk menjadi khotib jumat. Alhamdulillah akhirnya serangan mereda. Tetap melaksanakan sholat jumat pun akhirnya diputuskan.

Ada hal yang menarik saat sholat jumat usai. Pas sedang dzikir, tiba tiba terdengar suara pesawat MiG. Suasana tegang kembali. Tidak ada yang lari. Jamaah hanya saling memandang. Mungkin warga Salma melihat relawan tenang, akhirnya mereka juga berusaha untuk tenang. Padahal perasaan kecemasan yang sama dirasakan para relawan. Namun karena melihat warga Salma tenang, akhirnya para relawan HASI dan Syam Organizer pun juga bersikap tenang. Seperti kata Abu Yazid saat itu, “Demi Alloh ya akhi, sebenarnya saya mau lari jika mereka lari. Tapi karena mereka tenang, akhirnya saya juga tenang.” Dan ternyata pesawat MiG tersebut tidak jadi mengebom. Alhamdulillah sakinah itu Alloh berikan di hati orang orang mu’min.

Demikian pula yang dirasakan warga Salma saat Jumat, ketenangan serupa juga mereka rasakan kembali. Betul betul Jumat tenang. Tidak ada serangan udara dari MiG. Ataupun heli yang menjatuhkan birmil. Wallohu a’lam apakah ini terkait dengan kemenangan mujahidin merebut gudang gudang logistik dan amunisi di Lattakia sehari sebelumnya sehingga membuat thoghut Bashar mengurangi intensitas serangan udara demi efisiensi. Atau terkait dengan ucapan Menteri Luar Negeri Iran yang menghimbau agar seluruh kekuatan Syiah di luar Suriah untuk undur diri pasca terbunuhnya komandan Garda Revolusi mereka. Sekali lagi hanya Alloh yang tahu, sehingga jumat ini menjadi ketenangan hati warga Salma. 

Rep: Relawan Syam Organizer
Red: AR70

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*