Catatan Relawan # 21: Ada Rindu di Suasana Haru

Syamorganizer.com – Ada masa bertemu, pun ada masa saatnya untuk berpisah. Demikianlah tabiat waktu yang Alloh tetapkan untuknya. Pertemuan dan perpisahan ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipilah. Suka atau tidak, perpisahan itu akan ada sebagaimana pertemuan itu terjadi. Hatta terhadap hal hal yang kita cintai sekalipun.

Subhanalloh, tanpa terasa waktu berjalan demikian cepat. Hampir sebulan tim Syam Organizer 2 dan Hilal Ahmar Society Indonesia 9 bertugas di bumi Syam yang penuh berkah, bumi Suriah. Banyak suka duka dirasakan tim relawan ini. Diantara sukanya adalah dipercayanya tim relawan untuk menjalankan misi yang mulia, di tengah banyaknya kaum muslimin Indonesia dan negeri lainnya yang berebut untuk berangkat ke negeri yang menjadi masa depan Islam ini.

Sejumlah amal kemanusiaan yang menjadi amanah dari muslimin Indonesia telah ditunaikan.Tercatat beberapa kegiatan sudah dilakukan tim relawan. Mulai penyembelihan hewan qurban, sapi dan  kambing serta pendistribusian dagingnya. Penyaluran bantuan berupa gandum, makanan ringan, jilbab, baju muslimah, popok bayi dan midfak (tempat pembakar kayu kering sebagai penghangat ruangan) hingga selimut di kamp pengungsian Yamadiyah, Hambusiyah dan Saturiyyah. Kemudian bantuan obat obatan dan pembelian mobil ambulance untuk kepentingan medis di Rumah Sakit Lapangan Salma dan Ainul Baidho’. Santunan keuangan bagi relawan setempat yang berkhidmat untuk Mustasyfa Salma Al Maydani.

Selain itu tim relawan juga mengadakan aksi sosial lain berupa mobile clinic atau pengobatan berjalan bagi warga pengungsian di Yamadiyah. Tim medisnya terdiri dari dr. Romy, dibantu tim medis dari relawan yakni dr. Abu Sholih asal Lampung dan Abu Aini, perawat asal Madura. Kunjungan silaturrahim pun juga dilakukan tim relawan kebeberapa tokoh sebagai upaya mempererat ukhuwwah Islamiyyah. Diantaranya kunjungan bersama dr. Romy ke Hai’ah Syar’iyyah. Lembaga ulama yang berdiri setelah revolusi untuk menangani persoalan kemasyarakatan berdasarkan syariat. Di sini tim relawan bertemu dengan pengurusnya, di antaranya syeikh Kholid Amru, syeikh Abdul Mu’thi dan syeikh Walid Kabula. Serta kunjungan ke beberapa tokoh lainnya. Tidak lupa pula kunjungan kepada keluarga-keluarga di Salma dan sekitarnya yang menjadi korban kekejaman thoghut Bashar.

Tim relawan menyadari bahwa amal ini hanyalah setetes air di tengah kemarau yang panjang. Sedikit memang. Masih belum cukup untuk menyelesaikan problematika yang komplek di bumi Syam. Apalagi saat tim relawan juga diajak berkunjung ke Madrosah Suriah Al Hurroh di Antakya Turki. Sebuah sekolah yang didirikan oleh warga Suriah di Turki sendiri untuk menangani pendidikan anak anak Suriah di pengungsian yang juga terkendala persoalan finansial.

Sedangkan duka yang dirasakan tim relawan adalah bekerja dengan asupan listrik yang terbatas. Maklum listrik utama sudah diputus thoghut Bashar sejak revolusi. Sehingga hanya mengandalkan diesel yang berfungsi pada malam hari. Internet? Alhamdulillah ada sinyal wifi kendati terbatas serta paket internet Turkcell yang sinyalnya juga timbul tenggelam. Duka lainnya adalah persoalan adaptasi makanan dan suhu yang dingin. Malu sebenarnya untuk mengatakan ini sebagai duka tim. Karena warga merasakannya tiap hari sementara relawan hanya sesaat.

 
Itulah beberapa cacatan suka duka selama hampir sebulan. Kamis sebagai kunjungan aktifitas terakhir, dr. Romy mengajak untuk mensurvey lokasi yang direncanakan untuk kamp pengungsian dan pusat rehabilitasi trauma. Esoknya, tim relawan pun berkemas untuk pulang. Di tengah persiapan itu, tim relawan ganti dikunjungi oleh syaikh Kholid Amru, syaikh Abu Badi serta staf tim medis. Banyak pesan dan kesan yang disampaikan dari mereka. Hingga pelukan yang hangat sebagai salam perpisahan antara mereka dengan tim relawan. Perpisahan yang mengharukan. Sampai akhirnya kepulangan tim relawan diantar warga Salma untuk menembus perbatasan Turki di kegelapan malam. Sho’bun ala qolbi, berat atas hati ini untuk meninggalkan bumi yang penuh dengan kenangan indah ini.

Rep: Relawan Syam Organizer
Red: AR70

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*