Catatan Relawan # 22: Serangan Udara Bashar, Menakutkan Penduduk Salma

Syamorganizer.com – Ahad 10 Nopember 2013 siang waktu setempat, kembali Salma dan sekitarnya dihujani roket oleh pesawat tempur MiG thoghut Bashar. Informasi ini disampaikan sore tadi oleh dr. Romy, selaku direktur Mustasyfa Salma Al Maydani. Dokter lajang yg berusia 43 tahun ini juga menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka luka akibat serangan brutal tersebut. Dan seperti biasa, tidak ada perlawanan yang memadai untuk merontokkan pesawat andalan angkatan udara rejim Suriah itu.
Sampai detik ini, serangan udara dari tentara tentara thoghut Bashar masih dianggap hal yang menakutkan. Mendengar suara pesawatnya saja, warga Salma dan sekitarnya akan menghentikan semua aktifitasnya dan segera mencari persembunyian yang dianggap aman. Orang yang sedang tidur pun langsung bangun saat mendengar teriakan suara ” Thoiroh… thoiroh…!!!, lalu bersembunyi bersama. Tidak ada bunker yang dibuat untuk melindungi mereka. Seadanya mereka berikhtiar dari serangan udara tersebut. Selanjutnya mereka bertawakkal kepada Alloh Ta’ala.
Dampak dari serangan udara yang dilakukan pesawat buatan Rusia ini mengerikan sekali. Skala kerusakan sasaran roket yang ditembakkannya sangat besar dan meluas. Begitu banyak gedung yang menjadi hunian rakyat Suriah langsung rontok saat terkena bidikan roketnya. Sampai jalan beraspal pun bisa berlubang dengan kedalaman satu meter dan berdiameter sekitar tiga meteran. Gambaran ini didapat saat tim relawan diajak meninjau lokasi yang dijadikan sasaran MiG beberapa hari lalu.
Saat relawan bertanya kepada Abu Fuad, sampai sejauh mana upaya perlawanan mujahidin Suriah terhadap serangan udara ini? Warga Salma ini menjelaskan bahwa memang pada beberapa tempat di Suriah, pesawat MiG tersebut sudah bisa dirontokkan dengan menggunakan artileri pertahanan udara yang didapat dari hasil rampasan perang tentara Bashar. Tapi tidak semua tempat mendapatkan ghonimah sejenis. Dari sinilah kemudian memunculkan kreatifitas untuk membuat senjata anti pesawat. 
Produk lokal ini dibuat dengan memanfaatkan besi bekas tanki, rem cakram sepeda motor dan sebagainya. Jika sudah jadi, maka senjata plus mobil pick up sebagai pengangkutnya dipasaran gelap dibandrol senilai 60.000 US $. Cukup mencengangkan, sementara persoalan kemanusiaan lainnya di Suriah juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Walloohu a’lam bish showwab.
Rep: Relawan Syam Organizer
Red: AR70

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*