Catatan Relawan #4 ‘Cincin Tanda Cinta’

Relawan Syam Organizer dan Suami Penerima Cincin
“Ini titipan dari istri seorang ustadz, tolong serahkan untuk umahat Suriah”, Abu Shofie memberi amanah seraya menyodorkan kotak kecil warna merah. Kotak akrilik itu tidak menyembunyikan isinya; cincin emas yang indah. Selain kotak berisi cincin, ternyata ada selembar surat yang menyertainya. Bukan kwitansi pembelian cincin emas tersebut, tapi surat pemilik cincin untuk umahat yang kelak menerimanya. Dalam bahasa Indonesia tentunya. “Nanti antum terjemahkan ya”, Abu Shofie menambahkan amanah berikutnya.
Karena harus menterjemahkan, tentu isi surat itu harus dibaca terlebih dulu. Subhanallah! Bergetar hati ini membaca untaian kalimat surat tersebut. Kalimat-kalimat yang keluar dari hati tulus. Kalimat yang merasakan betul getirnya penderitaan umahat yang kehilangan suami dan anaknya, terusir dari rumahnya dan tinggal di penampungan yang sempit dan pasti tidak melindunginya dari terik matahari atau dingin yang menusuk.
Air mata tiba-tiba bergenang ketika sampai pada kalimat; “…cincin ini adalah tanda cinta seorang laki-laki yang dulu dia berikan saat dia menikahiku. Semoga kini menjadi tanda cintaku kepadamu untuk menemani kesabaranmu menapaki jalan perjuangan”.
Semoga kalimat ‘hiburan’ ini menguatkan jiwa-jiwa mereka agar tegar menyongsong kemenangan yang tak lama lagi akan datang biidznillah.
Kini amanah telah tertunaikan. Cincin tanda cinta itu kini melingkar di jari Ummu Layan, seorang ibu dari dua anak yang setia menemani suaminya berjuang di front terdepan dan rela tinggal di tengah reruntuhan gedung yang tersisa di Salma.

Rep: Relawan syam Organizer 2
Red: Osama

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*