Catatan Relawan #8: Berbagi Ceria bersama Anak-anak Suriah


Setelah seharian dicekam rasa ketakutan karena di langit Salma beterbangan MIG dan helikopter Bashar, kami akhirnya bisa menjalankan misi kami lagi. Maklum tugas di daerah konflik yang melibatkan banyak persenjataan modern, sehingga rencana misi sosial amat bergantung dengan frekuensi serangan di lapangan. Jika marak pertempuran, maka harus menunda misi. Jika sepi, baru tim berjalan sesuai planning.

Bada Ashar, dr.Romy mengajak kami untuk merealisasikan misi sosial Hilal Ahmar Society Indonesia dan Syam Organizer. Tujuan pertama yang diagendakan adalah mengunjungi kamp penampungan pengungsian Hambusiyyah Ainul Baidho’. Ini adalah kunjungan kami yang kedua. Sebelumnya Tim telah mengawali kunjungan ini dengan pembagian daging hewan qurban saat malam hari beberapa waktu lalu.

 
Ketika sampai di lokasi Hambusiyyah, anak anak kecil menyambut kedatangan kami. “Assalaamu alaikum yaa Ammu”, sapa mereka dengan ceria. Ternyata mereka telah mengenali Mobil ambulance yang kami tumpangi. Mereka juga menandai bahwa jika Mobil ini ke Hambusiyyah, berarti ada banyak hadiah yang menanti mereka.
Kegembiraan bertambah saat mereka diminta berbaris. Lalu dr.Romy pun memberikan amplop berisi uang untuk setiap anak. Keceriaan pun semakin marak kala kami ajak mereka untuk foto bersama. Senangnya luar biasa. Apalagi saat kami ijinkan mereka memotret sendiri dengan kamera yang kami pinjamkan.

Tim kami pun senang dengan sambutan mereka, sambutan keluguan yang penuh dengan ketulusan. Maka mereka pun mengitari kami sambil berebutan mengambil hadiah yang kami berikan. Jilbab, popok bayi, celana dalam serta camilan kesukaan mereka berupa permen.

Setelah puas bermain dengan anak anak, kami pun diajak untuk melihat kamar mereka. Masya Alloh, kondisinya jauh dari standar. Campur baur dengan dapur. Kumal dan kusam. Tumpukan kayu bakar pun juga siap menemani mereka pas musim dingin. Tidak ada selimut dan jaket tebal untuk mereka. Padahal musim salju sebentar lagi datang.

Jelang maghrib akhirnya kami harus pamit meninggalkan Hambusiyyah. Sepanjang perjalanan pulang, kami pun juga menyalurkan bantuan untuk keluarga dan tokoh masyarakat di sana. Tak lupa dr.Romy pun juga memeriksa kesehatan anak anak mereka. Hingga larut malam akhirnya kami pulang. Sesampai di kamar, kembali rentetan dentuman bom yang memekakkan telinga menemani malam kami. Alhamdulillah.

Rep: Relawan Syam Organizer
Red: AR70

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*