Catatan Relawan: Silaturahim ke Rumah Tuan Ismail dan Zakaria

BerbincangSyamorganizer.com – Pukul 9 pagi, relawan meluncur ke rumah Tuan Ismail (70th). Tuan Ismail adalah salah satu warga yang  rumahnya luluh lantak, hancur tak tersisa terkena serangan birmil Nushairy. Ia mempunyai 10 anak. Beliau menceritakan banyak keluarganya yang meninggal dunia pasca revolusi. Kini beliau numpang di rumah sahabatnya.

Beliau menceritakan sebelum revolusi kaum muslimin diawasi untuk tidak sholat berjamaah di masjid. Bahkan beliau mengatakan selama 40 th pemerintah telah melakukan program pengkafiran terhadap rakyat Suriah. Pemuda-pemuda dijauhkan dari masjid. Tentara Nushairy banyak berkliaran di desa-desa dan melakukan kekejaman yang luar biasa. Umumnya mereka beragama Nushairiyah yang sangat memusuhi kaum muslimin.

Tuan Ismail menceritakan di awal revolusi pemuda-pemuda Islam melakukan perlawanan dengan senapan angin. Dalam perjalanannya mereka mampu merebut senjata-senjata tentara Nushairy dan mampu memukul mundur. Laki-laki ini juga menuturkan bahwa tentara Nushairyah menjatuhkan lebih 5000 birmil setiap harinya. Ribuan korban kaum muslimin pun berguguran dibanyak tempat.

Ketika relawan bertanya tentang apa itu Nushairiyah beliau menjawab bahwa Nushairiyah adalah agama yang penuh kekafiran dan menjadikan Aly sebagai tuhannya. Mereka tidak melakukan shoum di bulan ramadhan dan tidak melakukan sholat 5 waktu.

Saat ini Tuan Ismail tinggal bersama sahabatnya yang baik hati, tuan Zakariya. Tuan Zakaria sudah mencapai 80 tahun. Tuan Zakariya sendiri tinggal bersama istrinya Ummu Ahmad yang sedang sakit liver. Ia ditemani dua putranya Hasan dan Marwan. Dua pemuda inilah yang menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Ummu Ahmad sangat santun dan ramah kepada para relawan SO dan CaS. Ketika para relawan itu datang, Ummu Ahmad memetikkan buah apel, mencuci dengan bersih kemudian menyodorkannya pada tamunya. Sementara suaminya sibuk membuatkan teh panas khas suriah. Relawan pun tenggelam dalam perbincangan yang sangat mengaharukan selama satu jam.

Di tengah perbincangan kami sempat melihat pesawat Nushairy melintas dan menjatuhkan birmil kedua relawan pun tiarap mengikuti perintah tuan rumah. Menurut Tuan Zakaria pesawat-pesawat Nushairy sehari bisa menjatuhkan 5 birmil di desa ini.

Tuan Zakaria

Akhirnya relawan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan bersilaturahim ke tempat lain. #SaveTheChildrenOfSyria

Rep.: relawanSO danCas4
Editor: AR70/syamorganizer.com

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*