Chairul Abu USamah: Umat Islam Harus Adil

AvNmII6Jo5xL5zDGqq4r_AKecWfZOecXytCJn6uM9Fe2

Temanggung, Syamorganizer.com – Tabligh Akbar Syam Organizer dengan tema Tetap Sekolah di Musim Dingin digelar di Gedung Dakwah Muhammadiyah Ranting Kowangan, pada Ahad (27/12/2015) Kegiatan yang dimoderatori oleh Lanang Mudadi (Ketua Majelis Tabligh PDM Temanggung) ini menghadirkan dua narasumber, yakni Ust. Sholahuddin Sirizar, Lc. M.A (Direktur Pondok Pesantren Imam Syuhodo sekaligus Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jateng) dan Chairul Abu Usamah (Relawan Kemanusiaan Indonesia untuk Suriah).

Pemateri pertama Ust. Sholahuddin Sirizar menjelaskan keberkahan Bumi Syam ditinjau dari Nash Al Qur’an dan Al Hadits dan penjelasannya diramu dengan pengalamannya berada di Baghdad selama 9 tahun.

Pada kesempatan itu Chairul Abu Usamah menjelaskan tentang kondisi terkini Suriah, sebuah negeri yang penuh berkah dan sangat subur, panen melimpah dan harga relatif murah meskipun dalam kondisi perang.

“Berada di Suriah akan membuat orang betah, hatipun tenang karena keramahtamahan serta keakraban yang diberikan kaum muslimi di Suriah kepada siapa pun, apalagi kepada relawan”, demikian ungkap Chairul.

Meski harus dipahami bahwa takaran kenyamanan di Suriah tidaklah diukur dengan takaran duniawi, karena jika diukur dengan takaran duniawai berada di Suriah sama sekali tidak mengenakkan.

“Pemandangan gedung dan bangunan yang hancur, kondisi pengungsian yang kumuh dan makanan yang ala kadarnya tentu bukan tidak akan menjadikan siapapun betah berada di Suriah kalau takaran kenyamanannya adalah dunia”, jelasnya lebih lanjut
Apalagi serangan bom fosfor, birmil dan cluster selalu menghujani wilayah Suriah yang menyebabkan luluh lantaknya bangunan fisik. Korbanpun tak dapat dihindari. Sebelas ribu sudah warga sipil yang terpaksa keluar dari Suriah dan hidup di tenda-tenda pengungsian.

Chairul Abu Usamah juga menjelaskan bahwa menurut SOHR (Syrian Observatory Human Right) ada 1000 birmil dipastikan meledak pada sebulan terakhir dengan sasaran fasilitas umum seperti pasar, rumah sakit, masjid, gudang, makanan bahkan sekolah.
“Anak-anak menjadi tauma untuk belajar. Mereka akhirnya mengungsi bahkan ada beberapa dari mereka yang menjadi pekerja murah di proyek bangunan, pertanian kentang, pabrik roti hingga tukang reparasi sepatu”, kata relawan kemanusiaan Syam Organizer untuk Suriah tim ke 4 tersebut.

Di akhir materinya Chairul juga menyeru agar umat Islam dapat berlaku adil.

“Berdirilah sebagai manusia, karena apa yang terjadi di suriah adalah tindakan tidak berperikemanusiaan. Dan kejahatan kemanusiaan terbesar di bumi. Kemudian berdirilah sebagai bangsa Indonesia, karena penjajahan adalah hak segala bangsa dan yang terjadi di Suriah tidak sesuai dengan Prembule UUD 45
Dan berdirilah sebagai seorang muslim, karena apa yang dialami saudara-saudara kita adalah dalam rangka berjuang mempertahankan agama Allah dan membebaskan al aqsa”, demikian seruannya.

Acara tabligh akbar ini dalam rangka program Tetap Sekolah di Musim Dingin yang dilakukan oleh Syam Organizer ini bekerjasama dengan Muhammadiyah Ranting dan cabang Kowangan, Tapak Suci, jamaah Anshorusy Syariah, DDII dan ormas Islam lainnya.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*