Dan Donaturpun Diantarkan oleh Allah

Penyerahan Dana untuk Suriah dan Bantuan Masjid
Akbar, barangkali nama ini belum Anda kenal. Dia adalah seorang pengusaha muda dari Jawa Timur, tepatnya Sidoarjo. Beberapa hari yang lalu, saat Syam Organizer mengadakan pameran foto dan pemutaran video di Masjid Kampus UGM, beliau yang baru mengadakan acara refresing bersama dengan keluarga dan karyawannya di Yogyakarta, atas ijin Allah beliau berkesempatan melihat-lihat pameran foto dan pemutaran video tersebut.
Betapa terkejutnya pengusaha muda ini terhadap kenyataan yang dialami oleh umat Islam di Suriah yang dia saksikan dari beberapa gambar yang dipasang oleh Syam Organizer di sayap kanan Masjid Kampus UGM. Belum pernah terbayangkan sebelumnya. Maka dengan serta merta beliau menemui panitia pameran.

“Mas ini dijual ya….”, tanyanya

“Iya, Pak kalau berminat..”, jawab salah seorang panitia

“Harga berapa?” “Berkisar antara 150 ribu – 200 ribu, Pak?”

“Ya udah aku pingin 6 buah. Uangnya sekarang atau nanti saya transfer.. Tapi ini saya tidak beli, lho…Saya butuh ini untuk saya sampaikan lagi kepada semua staff dan karyawan saya, komunitas motor gede, komunitas rekanan dan kepada sanak keluarga saya.”

Itulah awal perkenalan Syam Organizer kepada Bapak Akbar. Ternyata dari awal pertemuan itu, Allah mempunyai rencana lain. Sebuah rencana yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh Chairul, Kadiv. Program Syam Organizer.

“Mas, mumpung saya di sini, saya pingin berbuka puasa bersama”, lanjutnya “Mas bisa mencarikan tempat?”

“Insya Allah bisa, Pak. Berapa orang yang Bapak inginkan?”

“200 orang saja”, jawabnya

Akhirnya Syam Organizer yang sebelumnya memang telah mempunyai beberapa tempat atau desa binaan mencarikan tempat untuk pelaksanaan buka bersama, di Masjid Giricahyo Gunungkidul. Melihat kondisi dan daerah tersebut, Pak Akbar tersentuh untuk memberikan bantuan berupa 5 tangki air dan lampu penerangan jalan menuju masjid.
Suasana di Masjid Giricahyo, Gunungkidul

 

Perjalanan berlanjut menuju hotel Queen sebuah hotel mewah di kawasan Pantai Selatan. Dari tempat inilah, Syam Organizer melanjutkan perbincangan seputar tragedi Suriah dan goal setting program Syam Organizer.
“Kami, Syam Organizer memang memfokuskan pada tragedi kemanusiaan yang terjadi, Pak”, jelas Chairul, saat Pak Akbar menyampaikan bahwa beliau sering mengadakan kegiatan santunan anak yatim di beberapa tempat. “Karena, hari ini kaum muslimin di Suriah mendapatkan ujian yang di luar batas kemanusiaan. Kaum muslimin Suriah dicobabinasakan oleh Basyar Assad, presiden pemerintah di Suriah, yang berakidah Syiah Nushairiyah. Dalam akidah tersebut diyakini bahwa membunuh kaum muslimin sunni adalah salah satu dari bentuk ibadah. Ironisnya, masih banyak umat islam yang belum mengetahui akan hal itu. Banyak yang menyangka bahwa apa yang terjadi di sana adalah perang saudara, atau perang antara pemerintah dengan pemberontak. Hal ini menyebakan banyak dari umat islam yang memilih bersikap diam dan tidak mau tahu dengan urusan yang terjadi di Suriah. Padahal bukan seperti itu kenyataannya. Umat islam di Suriah dibantai oleh Syiah Nushairiyyah di bawah komando Basyar Assad. Eloknya, aksi rezim Basyar Assad ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama dari negara-negara yang memang sudah berpihak pada Syiah, seperti Iran, Libanon bahkan zionis pun mendukung aksi Basyar Assad ini”.
Chairul menghentikan sejenak pembicaraan.”Itulah, salah satu alasan kami fokus mencoba memblow up tragedi Suriah ini sehingga harapan kami umat Islam di Indonesia sadar akan tanggungjawab pengakuannya sebagai seorang muslim. Sadar dan mengetahui bahwa di belahan bumi Syam, Bumi yang dimuliakan oleh Allah, saudara mereka di Suriah mendapatkan ujian yang begitu dahsyat kemudian kesadaran itu akan membangkitkan ukhuwwah islamiyah di antara umat islam.”

“Mas Irul, harus menjelaskan itu kepada semua karyawan saya”, sela Pak Akbar. “Dan, Mas Irul harus tahu bahwa ada banyak orang yang seperti saya di belakang saya”, tambahnya.

“Insya Allah, Pak. Tapi kami sebenarnya mempunyai mimpi?”

“Apa itu?”

“Kami ingin mengabarkan hal ini kepada kaum muslimin Indonesia yang ada di Hongkong”

“Lho kenapa hanya mimpi”, sahut Pak Akbar . “Saya punya banyak kenalan dan jaringan di sana”

“Selain itu…” sela Chairul. “Bagaimanapun kami semua team Syam Organizer ini berkeinginan untuk pergi ke Suriah. Dan sampai saat ini kendala utama kami adalah pada pendanaan”

Saat ifthar

“Lha, ini ending yang saya tunggu. Begini, Mas Irul. Saya ke Yogyakarta ini selain refresing juga dalam rangka menyiapakan usaha rumah makan. Kalau usaha ini berjalan, 50% keuntungan dari usaha ini akan saya alokasikan untuk Suriah dan kita tetap harus ada komunikasi”.

Kampanye #SavetheChildrenofSyia bersama Warga Gunungkidul
Kelegaan nampak terlihat di wajah Kadiv. Program Syam Organizer ini. Sebagian obsesi dan impian Syam Organizer telah tersampaikan kepada seorang pengusaha muda yang baru saja dikenalnya. Ia berharap ini menjadi langkah awal jalinan ta’awun ‘alal birri wa taqwa antara Syam Organizer dengan Bapak Akbar. Sehingga ke depannya usaha memblow up kondisi Suriah lebih bisa dioptimal dan maksimalkan dengan mengikutsertakan orang-orang seperti, Pak Akbar.
[osama]

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*