DARI DESA LIMAU MUNGKUR UNTUK BUMI SYAM

IMG_6050Tepat pukul 14:35 WIB Ahad 25 Januari 2015 Team Syam Organizer Medan bergerak dari Medan menuju Desa Limau Mungkur untuk mengadakan Tabligh Akbar dengan tema “Hangatkan Bumi Syam di Musim Dingin” di Masjid Taqwa Desa Limau Mungkur. Desa Limau mungkur adalah sebuah Desa yang terletak di Perbatasan Aceh-SUMUT, konon katanya Desa Limau Mungkur ini adalah kota Medan kedua di Zaman Penjajahan Belanda karena maju dan ramainya daerah ini pada saat itu, namun saat ini kondisi itu sudah berubah. Dan Desa ini pernah menjadi basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Perjalanan Team Syam Organizer Medan menuju Kuala Simpang (Ibukota Aceh Tamiang) membutuhkan waktu Tiga Jam, jarak dari Kota Kuala Simpang menuju Desa Limau Mungkur 30 KM. Dan Tabligh Akbar Kali ini berbeda dengan biasanya, jika biasanya Tabligh Akbar yang diadakan oleh Syam Organizer di Kota-kota, namun kali ini di sebuah desa yang lumayan jauh dari Kota.

Setelah satu jam melewati jalan yang berlobang dan berdebu akhirnya Team Syam Organizer sampai juga di Desa Limau Mungkur. Rasa lelah yang mendera langsung sirna ketika melihat para jama’ah yang sangat antusias ternyata sudah hadir lebih dulu di Masjid Taqwa LimauMungkur, padahal Tabligh Akbar dimulai 2 jam lagi.

Ba’da sholat Isya, setelah Team Syam Organizer Medan di jamu oleh seorang warga, Tabligh Akbar pun dimulai. Ternyata para jama’ah yang hadir sungguh sangat antusias untuk mengikuti Tabligh Akbar, Masjid Taqwa dipenuhi para jama’ah sampai keluar Masjid, padahal jarak antara rumah mereka dengan Masjid tempat diadakannya Tabligh Akbar sangat jauh. Dan mereka harus berjuang melewati perkebunan kelapa sawit yang luas dan gelap, jalanan yang berlobang dan berdebu. Ditambah lagi katanya sering ada binatang buas dan berbisa dijalan tersebut. Tapi itu semua ternyata tidak menyurutkan langkah mereka untuk mendengarkan kabar dan membantu meringankan beban saudara seimannya yang berada di Suriah.

Tabligh Akbar ini sangat didukung oleh petinggi desa tersebut, dan mereka mengharapkan semoga Tabligh Akbar ini dapat berjalan dengan lancar dan semoga ini menjadi saksi di hadapan Allah kelak kalau kita sudah peduli terhadap saudara seiman kita ungkap kepala Desa Limau Mungkur. Tabligh Akbar ini di sampaikan oleh Ust Dede Nurjannata dan Ust Saiful Anwar yang mana mereka berdua ini adalah aktivis Dakwah dan Relawan Indonesia untuk Suriah.

Pembicara pertama Ust. Dede Nurjannata menjelaskan kepada para jama’ah tentang kesesatan paham Syi’ah, dan beliau menyatakan bahwasannya peperangan yang terjadi di Suriah bukanlah perang saudara antara Rakyat dengan Pemerintah namun peperangan antara kebenaran dan kebathilan yaitu antara Sunni dan Syi’ah, dan beliau juga mengatakan bahwasannya umat Islam di Suriah sangat  tertekan, mereka dilarang menjalankan ibadah seperti sholat berjama’ah di Masjid, puasa, Haji dan ibadah lainnya, dan mereka juga di paksa untuk menyembah Basar Assad.

Kemudian dilanjutkan pembicara kedua Ust.Saiful Anwar, beliau adalah Ketua Syam Organizer pusat. Ust. Saiful Anwar menceritakan ketika beliau menjadi Relawan kemanusiaan di Suriah,  kondisi Umat Islam disana sungguh sangat mengenaskan, Ribuan nyawa kaum muslimin melayang, jutaan umat Islam Suriah menjadi pengungsi dan tidak terhitung lagi anak-anak kaum muslimin yang menjadi yatim piatu akibat serangan Rezim Basar Assad la’natullah. Belum lagi mereka yang berada di tenda-tenda pengungsian kondisi mereka sangat memprihatikan, mereka hidup dengan serba kekurangan, tidak  ada makanan, minuman, air, listrik, pakaian, dan saat ini di samping mereka harus menghadapi kejamnya serangan Basar Assad mereka juga harus bertahan melawan dahsyatnya Badai Salju yang saat ini sedang melanda Suriah. Ratusan Balita sudah meninggal dunia karena membeku.

terlihat para jama'ah sangat antusias

terlihat para jama’ah sangat antusias

Dan ketika Ust. Saiful Anwar  menceritakan anak-anak Suriah yang polos dan lucu yang berada di pengungsian ketika Ust. Saiful Anwar hendak meninggalkan tenda mereka, mereka menahan Ust. Saiful anwar dengan menarik baju dan tangan beliau. Mereka tidak rela jika ust. saiful anwar pergi meninggalkan mereka, dan diantara mereka ada yang mau ikut Ust. Saiful anwar pulang ke Indonesia karena sudah tidak tahan lagi tinggal di Suriah. Mereka juga berpesan kepada Ust. Saiful Anwar nanti kalau datang lagi mereka minta di bawakan mainan. Ada yang minta di bawakan boneka, bola, buku, baju, dan makanan. Dan kisah inilah yang membuat para jama’ah meneteskan Air mata, mereka sangat terharu melihat kondis isaudara-saudara se-Imannya hidup dalam tekanan dan kekurangan di Negeri mereka sendiri.

Reportase: Abdurrahman

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*