Derita Suriah Derita Sang Daiyyah

gbr ilustrasi
Mataram – Syamorganizer.com – Menjelang usai acara, panitia Tabligh dan Penggalangan Dana untuk Suriah dikejutkan oleh seorang daiyyah asal Bima. Wanita yang sudah cukup lanjut usia ini tiba-tiba menyerahkan secarik kertas dengan tulisan tangan. Sebuah tulisan yang keluar dari seorang wanita yang baru saja menyaksikan kekejaman yang menimpa umat islam di Suriah. Untaian kata dan kalimatnya menunjukkan larutnya hati si wanita bersama derita yang dirasakan oleh kaum muslimin Suriah.

Wanita ini mampu merasakan dalammnya kesedihan dan penderitan saudaranya. Meski mereka jauh di Suriah tapi akidah dan keyakinannya mampu menembus batas-batas wilayah hingga mereka, kaum muslimin di Suriah, terasa dekat dengan dirinya bahkan berada di dekatnya. Begitulah, kalau ukhuwwah islamiyah sudah terpahami dan diyakini oleh seorang muslim. Tidak ada yang memisahkan ikatannya kecuali akidah dan keyakinan. Sebaliknya, jarak yang jauh, warna kulit, bahasa dan bangsa tidak menjadi alasan bagi mereka untuk merasa cuek dan tak peduli dengan orang lain selama akidah dan keyakinannya sama, karena hakikatnya mereka adalah satu tubuh. Tatkala satu mengalami derita dan kesakitan yang lain akan merasakannya pula. Maka tidak heran jika kemudian dia menyerahkan cincin terbaiknya berbentuk hati kepada panitia untuk diberikan pada muslimah disuriah.

Dengarlah suara hati si daiyyah yang hadir di acara tabligh tersebut bersama anak dan cucu-cucunya.

“Hari ini begitu menggetarkan. Acara yang menyayat hati.  Bagaimana tidak di sini kami masih bisa bersolek berbedak menghias diri-diri kami sebagaimana layaknya muslimah, namun di Suriah bagaimana bisa dibayangkan saudari-saudari muslimah kami di sana. Mungkin sekedar menutup kehormatan dan menahan laparnya dengan sepotong roti dan seteguk air sangat sulit. Itulah yang membuat hati kami sedih, bila para muslimah hari ini peka hatinya maka ia akan sisihkan pernik pernik perhiasan yang menghias dirinya untuk menginfakannya pada muslimah di Suriah, bukan malah larut pada bangga dengan kecantikan dirinya”

Renungkan adakah rasa itu juga masih tersisa dalam diri kita?

Rep: SO Daerah Mataram
Red: AR70

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*