Dua Bentuk Pengawalan Kezaliman Syiah

Ilustrasi: Gambar Pelaku penyerangan Kampung majelis Az Zikro

Ilustrasi: Gambar Pelaku penyerangan Kampung majelis Az Zikro

Bogor, Syamorganizer.com – Meski bobot kasus penyerangan segerombolan Syiah terhadap kampung majelis Az Zikro yang berada di sekitar masjid Sentul, Bogor, pada Rabu (11/02/2015) tidak seberat kasus serupa yang terjadi di Jember dan Madura beberapa waktu yang lalu, namun kasus yang terjadi di Kampung majelis Az Zikro lebih terblow up oleh media, demikian dikatakan jurubicara Ustadz Arifin Ilham, Ustadz Ahmad Syuhada, M.A yang sekaligus Ketua Divisi Dakwah dan Pendidikan Yayasan Az Zikra kepada Tim Syam Organizer, Jumat (20/2/2015).

“Berita penganiayaan yang disebarkan oleh media masa itu memang faktual, sehingga kita mesti tunjukkan sikap”, tegasnya. “Alhamdulillah momen ini juga ditangkap oleh semua ormas, ulama, habaib ahlus sunnah wal jamaah untuk terus dikawal mumen ini menjadi titik tolak supaya tersuarakan secara nasional”, jelasnya lebih lanjut.

Kasus yang telah dilimpahkan kepada Kejagri Bogor ini akan terus dikawal hingga tuntas. Kasus yang berawal dari sebuah spanduk berukuran 1×4 meter tersebut merupakan peristiwa kedzaliman Syiah yang Allah cuatkan tanpa ada satu rencana pun dari umat islam. Kaum muslimin berharap Allah mengijabahi pemerintah bisa mengharamkan dan melarang Syiah dan perkembangannya. Kenyataan telah berbicara bahwa Syiah telah melakukan aksi yang tidak hanya merugikan harta namun juga nyawa di beberapa tempat.

“Sekarang Syiah ini banyak yang sudah berani memang seharusnya “dilawan”. Kalau mereka berbuat berarti mereka melawan hukum, kan. Proses pengawalannya berupa legal action yang kita nanti. Legal action yang hars kita fokuskan pertama, fokus kedua pada pengawalan sampai pada terbukti mereka terhukum”, tandas Ahmad Syuhada.

Ar70/syamorganizer

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*