Empat Hal untuk Membebaskan al Aqsha

 

safari di bali

Denpasar, Syamorganizer.com – Riuh semarak suasana ibadah Ramadhan tahun 1436 Hijriah di Masjid Al Ikhlas Bandara Ngurah Rai agak berbeda dengan hari sebelumnya. Ada suasana lain dan menarik dari pelaksanaan shalat subuh pada hari Rabu dan Kamis 1-2 Juli 2015 di masjid tersebut. Karena yang bertindak selaku imam jamaah shalat shubuh dalam 2 itu adalah Syaikh Abdul Munim dan Syaikh Ahmad Syarif. Keduanya adalah imam-imam dari bumi Palestina yang diundang Syam Organizer berkunjung pada Ramadhan kali ini.

Ustadz Tubagus Mansyur selaku Seksi Peribadatan Kemakmuran Masjid, pagi itu menginformasikan bahwa kedatangan rombongan para imam masyayikh ialah dalam rangka Safari Ramadhan. Para Jama’ah shalat pun nampak begitu bahagia ketika rombongan tamu mulia tiba di masjid. Tak hanya menjadi imam shubuh, para masyayikh ini juga berkesempatan mengisi kuliah shubuh di masjid tersebut.

Surah Al Isra yang dibaca Syaikh syarif mengawali kajian Syaikh Syarif pagi itu. Ayat-ayat yang dibaca menjelaskan bahwa Allah senantiasa memuji dalam dalam alQuran akan kemuliaan bumi Aqsa yakni Palestina sebagai bumi penuh keberkahan sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat-Nya.

Pada kesempatan ini beliau menguntai sebuah pesan ilmu sekaligus nasihat tentang langkah kiat-kiat sumbangsih umat islam terhadap perjuangan yang selama ini terjadi di Bumi Aqsha.

Beberapa point yang beliau sampaikan diantaranya, perlunya Mujahadah an Nafs. Hal ini sebagai bentuk kesungguhan diri untuk memperbaiki diri. Di samping itu juga sebagai langkah mensucikan diri dari hal-hal buruk kemaksiatan.

“Maka begitu aneh dan mustahil apabila memperjuangkan bumi Aqsha namun masih bergelut dengan lumpur kemaksiatan. Karena justru karena gelimang dalam dosa dan kemaksiatan itulah salah satu penghalang turunya pertolongan Allah untuk kaum muslimin”, tegas Syaikh Syarif yang didampingi Ustadz Amin Mujahid selaku penerjemah tausiyah pagi itu.

Langkah kedua ialah bagaimana memperhatikan pentingnya para kaum wanita yang kelak akan mencetak dan mendidik para anak-anak sebagai generasi penerus yang tangguh untuk pembebasan Aqsha. kemudian langkah ketiga, ialah seberapa besar sumbangsih kontribusi materi, dan segala apapun infaq kaum muslimin baik jiwa, raga dan harta untuk bumi Aqsha Palestine

Keempat sebagai penutup ialah bagaimana agar semua kaum muslimin di seluruh dunia terus membiasakan berdoa dengan doa-doa terbaik untuk mereka. Kaum muslimin tidak boleh putus dan lelah untuk selalu meminta yang terbaik demi masa depan Aqsha’ sebagai kiblat pertama kaum muslimin para anbiya sebelum Ka’bah Masjidil Haram. (Rep.:Ali Azmi)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*