Gencarnya Serangan Rusia Mengharuskan Sekolah Anak-Anak Pengungsi di Suriah Diliburkan

Suriah, Syamorganizer.com – Bagi anak-anak Suriah, sekolah di musim dingin tidak masalah. Tetapi serangan dari Basyar Assad yang dibantu Rusia mengharuskan sekolah diliburkan. Bukan untuk bersantai-santai di rumah, tetapi para pengajar dan yang mengurus sekolah sibuk mengurus dan membantu pengungsi yang terkena derita akibat serangan roket dari Rusia karena tempat tinggal mereka sangat dekat dengan medan pertempuran sehingga banyak dari pengungsi yang kemudian berbondong-bondonng datang ke tenda-tenda yang didirikan untuk sekolah. Tempat yang dianggap lebih aman dari tempat tinggal mereka sebelumnya. Kondisi demikian tidak memungkinkan para relawan melakukan kegiatan apalagi mereka baru saja sampai di tempat itu.

Ba’da dhuhur barulah Abu Muadz, relawan lokal, mengajak kedua relawan dari Indonesia tersebut melihat-lihat desa dimana pendistribusian bantuan akan dilakukan. Terlihat di sana rumah-rumah sederhana dengan ukuran 5 x 6 m. Rumah-rumah tersebut mereka buat sendiri secara bergotong royong.

4b

 

Satu hal yang menarik dari desain rmah yang mereka buat adalah aplikasi syariat Islam benar-benra terlihat dari bangunan rumah dan juga jalan-jalan yang dibuat. Pemahaman bahwa rumah adalah aurat bagi keluarga mereka menjadi alasan mereka untuk membuat jalan tidak di depan rumah tetapi di belakang rumah. Sehingga ketika suami mereka pulang langsung masuk ke rumah mereka masing-masing dari pintu belakang. Hal ini menghindarkan mereka dari melihat aktivitas tetangga di depan rumah yang mungkin pintu depan rumah mereka terbuka.

Rumah mereka benar-benar sederhana. Dindingnya berbahan batako. Ruangan terdiri dari satu ruang tamu dan ruang tidur yang menyatu dengan dapur dan kamar mandi. Atapnya terbuat dari kayu dan yang bagian atasnya dilapisi terpal agar air tidak masuk ke dalam rumah ketika hari hujan.

gbr 4b

Di rumah inilah para pengungsi suriah tinggal, satu rumah untuk 2 KK

Di desa itu ada sektar 20 KK. Setiap KK setiap harinya mendapat tugas menyiapkan makan siang untuk para pekerja dan tamu yang datang. Ada lahan yang sudah disiapkan untuk membangun rumah baru. Bahkan sebagian sudah ada fondasinya. Karena kendala dana, pembangunan dihentikan. Sementara calon penghuninya hidup di kemah-kemah tepat di bawah tempat relawan tinggal. (Relawan Syam Organizer tim ke 7)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*