Generasi Islam di Suriah Terancam Putus

Mobil sekolah

Bus sekolah yang hancur akibat serangan rezim

Pendidikan merupakan kebutuhan yan sangat vital untuk keberlangsungan sebuah generasi. Perang yang terjadi di Suriah telah mengakibatkan sebagian besar generasinya putus sekolah. Rasa takut dan kondisi sekolah yang hancur ditambah dengan ketiadaan guru menjadi penyebab anak-anak di Suriah tidak dapat lagi melanjutkan pendidikan.

Direktur UNICEF, sebuah badan di PBB yang menangani masalah Anak-anak, Christian Schneider, mengatakan bahwa serangan sistematis dan terarah banyak ditujukan kepada anak-anak. Akibatnya banyak anak-anak yang tewas atau cacat fisik akibat serangan yang diduga keras serangan sistematis dan terarah.

“Kami mengetahui banyak penembak jitu secara terarah menyasar korban anak-anak. Juga banyak serangan sistematis dilancarkan ke sekolah-sekolah”, katanya. Lebih lanjut Unicef melaporkan, dari 4.200 gedung sekolah yang ada di Suriah, lebih 20 persennya hancur. Sisanya sebagian digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi dan selebihnya dijadikan markas oleh para pihak yang bertikai. Lebih 50.000 guru tewas atau terpaksa mengungsi. “Jumlah ini mencakup separuh dari jumlah guru keseluruhan di Suriah”, tutur Unicef.

Sementara itu, Maria Calivis, Direktur Kawasan UNICEF untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika Utara mengatakan bahwa kekerasan, ketakutan, dan ketidakamanan serta kondisi di pengungsian telah merebut kegembiraan anak-anak untuk bersekolah”.

Apa yang dialami oleh umat islam di Suriah adalah tanggung jawab semua umat islam di dunia. Penderitaan mereka seharusnya dirasakan oleh umat islam di seluruh dunia. Apalagi mengingat bahwa Suriah adalah bagian dari bumi Syam. Umat Islam di bumi Syam menjadi tolah ukur umat islam di seluruh dunia. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah Saw,

“Jika penduduk Syam telah rusak, maka tak ada lagi kebaikan di antara kalian. Dan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang mendapat pertolongan, tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka, sehingga datang hari Kiamat.” (HR. Ahmad, hadits shahih)

“Kita harus ikut andil dalam menyelamatkan pendidikan saudara kita. Kalau kita sampai lengah maka musuh–musuh Islam akan memanfaatkan kondisi ini, mereka akan masuk dan meracuni pemikiran melalui program-program pendidikan ini”, pesan Ustadz Abu Rusydan pada kegiatan Tabligh Akbar di Masjid Baitul Makmur solo baru, Sabtu (18/4/2015) (Diaolah dari berbagai sumber /Ar70)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*