Idul Fithri 1434 H di Salma

Salma (syamorganizer) Kamis, 1 Syawal 1434 H/ 8 Agustus 2013 Selepas berbuka puasa di salah satu rumah penduduk. Tim HASI mencoba untuk mencari nformasi tentang kapan berakhirnya Ramadhan. Tentu saja, perpisahan dengan Ramadhan adalah sesuatu yang sedih bagi para kaum muslimin di seluruh penjuru dunia. Begitu juga yang dirasakan oleh tim relawan Syam Organizer, relawan HASI sera relawan medis yang ada di RSL Salma.

Beberapa saat kemudian, Abu Ahmad Ya’qub –sahabat kami di RSL Salma- memberitahukan kepada kami bahwa besok hari Ied –in syaaAlloh-. Kami pun bertanya –hanya sekedaringin tahu saja-; apakah di sini (Suriah) melakukan ru’yah hilal sendiri ?”.

Abu Ahmad Ya’qub menjawab; “ya, hanya saja kami sering bersamaan awal dan akhir Ramadhan dengan Negara-negara yang ada di jazirah Arab (seperti; Saudi Arabia, Kuwait, Qatar, dll).

Sepanjang perjalanan pulang dari berbuka puasa bersama penduduk, kami serombongan mengumandangkan kalimat takbir. Sungguh, suasana malam takbiran yang sangat jauh berbeda dengan di kota Jakarta atau kota-kota lain di Indonesia. Di sini, tidak ada kembang api, yang ada adalah bom dan roket yang siap menghancurkan bangunan dan melumatkan badan. Di sini tidak adasorak sorai bocah, yang ada hanyalah tangisan dan rintihan anak dan wanita.
Di sini tidak ada gelak tawa kegembiraan, yang ada hanyalah ketegangan dan suasana mencekam. Rasa kekhawatira akan adanya serangan roket dari rezim pun Nampak dari para relawan RSL Salma dan tim Syam Organizer serta HASI. Mereka semua berharap tidak ada serangan di hari ied seperti sekarang ini. Namun yang terjadi adalah seperti hari-hari sebelumnya.

Malam takbiran pun dihujani roket. Kota salma pada malam takbiran bak kota mati. Sesuatu yang masih membuat kami heran; masih ada di antara kita yang malah membela rezim thoghut yang berkuasa dan bahkan mengatakan sebagai pahlawan islam. Subhanallah, mana ada orang yang mengaku muslim menghalalkan darah saudaranya sesasam muslim, mana ada orang islam yang memborbardir kaum muslimin di saat-saat beribadah dan mengagungkan asma Allah seperti sekarang ini ?! Laahaulawalaaquwwataillaabillaah….. wallahulmusta’aan.. wa ‘alaihi at tuklaan….. Jam 2 dini hari waktus etempat, tim dikejut kan dengan serangan roket dari rezim thoghut.

“Allahummaihminaa…”(Ya Allah lindungilah kami.red) ungkapan tersebut sering kali diucapkan oleh para relawan medis yang ada di RSL Salma.

Sesaat kemudian kondisi mulai mereda. Tak terasa waktu shubuh telah tiba, adzan pun dikumandangkan. Tim Syam Organizer dan HASI sejak sebelum shubuh sudah bersiap-siap diri untuk menyambut hari Ied. Senyum ceria dan kegembiraan akan hadirnya hari Ied

Nampak pada wajah mereka. Lantunan takbiran membahana di ruangan kami. Saat itu kami melaksanakan sholat shubuh di ruangan bawah tanah, karena untuk mengantisipasi kalau ada serangan lagi dari rezim. Setelah menunaikan sholat shubuh secara berjama’ah dan usai dari dzikir dan wirid pagi, kami pun menyiapkan hidangan makanan sebagai pertanda hari idul fithri sekaligus menauladani sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam yaitu makan dan minum sebelum berangkat menuju sholat Ied. Karena tidak ada snack dan kurma, maka kami pun berinisiatif memasak mie yang dicampur dengan telur dan sedikit daging kaleng. Alhamdulillah, kami menyantapnya dengan sukacita, meskipun tetap harus waspada.
Jam menunjukkan 6 pagi waktu setempat. Suasana kota salma masih seperti kota mati. Namun bebrapa penduduk di sekitar RSL Salma mencoba untuk menghidupkan sunnah Nabi Shalallahu alaihi wassalam yaitu mengumandangkan lantunan takbir. Begitu juga dengan kami para relawan medis yang ada di RSL Salma. Lantunan takbir terus membahana di lorong-lorong kamar RSL Salma. Ketika jam menunjukkan pukul 7 waktu setempat, sholat Idul fithri ditegakkan. Pada kesempatan ini, ustadz Abu shofie dari Syam Organizer di daulat menjadi imam dan khatib Sholat Ied di Salma.
Rep: Abu Harits (Bumi jihad dan ribath Suriah) red: Osama

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*