Indahnya Berbagi di Idul Fitri

Berbagi bingkisan lebaran

Berbagi bingkisan lebaran

Idul Fitri. Masih terekam jelas dalam ingatan kita akan kegembiraan kita bersama keluarga. Semua berkumpul, berbagi cerita dan ceria di hari yang sudah ditunggu-tunggu. Tidak hanya terpancar dari pakaian yang baru bahkan kegembiraanya terasa saat semua berada di ruang yang sama menikmati hidangan bersama keluarga besar. Namun bagaimana dengan para relawan yang justru menghabiskan waktunya di tempat yang jauh dari keluarga, bahkan di suatu tempat yang sedang dilanda perang dan konflik kemanusiaan? Abu Nizam menuturkannya kepada Syamorganizer.com.

Di hari raya ini, di saat semua orang sedang berkumpul dengan keluarga mereka, Kami Tim relawan Syam Organizer ke-6 justru tidak sedang bersama dengan keluarga. Kami saat ini sedang berada di Bumi Syam, bumi Suriah untuk menyalurkan amanah kaum muslimin Indonesia.

Seusai melaksanakan sholat Id, kami diantar menuju sebuah pengungsian kaum muslimin Suriah di wilayah Khurbatul Jauz. Pemandangan yang sangat menyedihkan terlihat di sini. Ratusan tenda berdesakan berada di daerah ini, berjajar di sebelah kanan dan kiri jalan. Sementara cuaca yang cukup panas menambah gerah siapapun yang berada di daerah ini. Apalagi ketika mata kami menyaksikan tenda-tenda yang tidak begitu luas dihuni oleh anggota keluarga, tidak dapat kami bayangkan panas dan gerahnya.

Sesampai kami di lokasi terlihat anak-anak berlari-lari berkumpul mendekati mobil kami. Dengan penampilan yang lusuh mereka terus mengiba kepada kami supaya memberikan paket bingkisan lebaran yang kami bawa untuk mereka. Para ibu pun berdatangan ikut juga memintakan paket bingkisan untuk anak-anak mereka sambil menggendong bayi- bayi mereka. Tangisan bayi karena kepanasan tidak dihiraukan oleh mereka.

Sungguh kami rasakan betapa beratnya penderitaan anak-anak Suriah ini. Di hari raya ini mereka tidak bisa menikmati kebahagiaan bersama dengan keluarga mereka, sebagaimana yang dapat dirasakan oleh anak-anak kita di Indonesia. Mereka hidup penuh kekurangan dan selalu berharap bantuan datang kepada mereka. Padahal lembaga sekelas PBB saja telah memangkas dana bantuan untuk pengungsi karena kehabisan dana.

Semoga bantuan kaum muslimin Indonesia melalui Syam organizer ini bisa sedikit meringankan penderitaan dan menceriakan mereka. Dan semoga Allah menerima Amal sholih dan infaq kita, Jaakumullah khoiran. (Abu Nizam)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*