Infaq yang Tak Terduga

20160217_200601_resized
Purwodadi, Syamorganizer.com – Hasrat untuk mengabarkan kondisi Bumi Syam dan derita yang dialami penduduknya pasti akan selalu membahana dalam hati siapa saja yang mengaku dirinya beriman kepada Allah dan hari akhir. Apalagi ketika kesadaran bahwa sesungguhnya mereka adalah saudaran yanng sangat kuat ikatannya. Tentu kapan dan dimana pun berada, seseorang akan berusaha menyampaikan kondisi kaum muslimin di Bumi Syam, khususnya Palestina dan Suriah.

Keinginan itu juga dirasakan oleh Laswadi, salah satu relawan kemanusiaan Indonesia untuk Suriah tim ke 6. Sepulang dari Lampung dalam rangka menjadi narasumber pada event Tabligh Akbar Serentak 26 Kota Syam Menangis Madaya Menjerit yang dilaksanakan oleh Syam Organizer, beliau mendapat SMS dari pengasuh sebuah Pondok Tahfidz Qur’an di Kota Purwodadi.

Dalam SMS-nya pengasuh pondok tersebut meminta Laswadi untuk memberikan informasi terkait dengan apa yang terjadi di Bumi Syam, karena santriwati yang berjumlah 15 orang tidak dapat menghadiri acara Tabligh Akbar Serentak 26 Kota Syam Menangis Madaya Menjerit yang diadakan di kota Purwodadi, tepatnya di Yamata Center.

Permintaan itu tentu saja tidak dapat ditolaknya, karena itu sesuai dengan azzam Laswadi untuk selalu mengabarkan kondisi Bumi Syam kepada siapa pun dan dimana pun. Karenanya, sore itu Rabu (17/2/16) tepat pukul 16.30 WIB Laswadi memulai presentasinya, menjelaskan keberkahan Bumi Syam , kronologis konflik di Syam sampi blokade yang terjadi di kota Madaya yang telah banyak menyebabkan kematian umat Islam di sana karena kelaparan. Suara histeris menangis dan menjerit pun terdengar dari para santriwati. Ada di antara mereka yang terkadang menutup mata karena tidak tega melihat derita saudaranya, di Madaya.

Di akhir sesi sang relawan merasa tidak tega untuk memotivasi kepada peserta yang tidak lebih dari 20 santriwati ini. Beliau hanya minta agar mereka tidak lupa mendoakan saudaranya yang ada di bumi Syam.
“Doakan juga para relawan dan Syam Organizer agar tetap istiqomah membantu kaum muslimin di Syam” demikian Laswadi mengakhiri penyampaian materinya.

Tapi di luar dugaan para santri tersebut lalu pergi ke kamar mengambil uang saku dititipkan untuk saudara mereka di Bumi Syam bahkan di antara mereka ada yang memberikan cincin emasnya.
“Walau sedikit semoga bisa sedikit meringankan penderitaan saudara kita di Syam dan menjadi hujjah kita di hadapan Alloh juga keberkahannya sampai ke kita”.(laswadi/syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*