Inilah Kelembutan Mujahidin Suriah Terhadap Dua Tentara Asad yang Tak Berdaya

Damaskus – syamorganizer.com – Apa yang dilakukan mujahidin Suriah ini sungguh sangat diluar dugaan dua tentara Bashar Al Asad. Di saat mereka kehabisan amunisi dan tidak berdaya, seorang mujahidin justru mendekati mereka dengan tangan kosong dan mengajak pada kebenaran serta membelot dari rezim tirani Bashar Al Asad.

Peristiwa kelembutan mujahidin itu terekam dalam sebuah potongan video yang diunggah aktivis Suriah di situs Youtube pada Selasa kemaren (10/9). Di awal rekaman video yang berdurasi lebih dari 3 menit itu, terlihat dua mujahid Suriah dengan senjata lengkap. Salah satu dari mereka memanggil ke arah sebuah kedung, tempat persembunyian tentara Asad.

“Wahai tentara, membelotlah kalian. Kita adalah saudara” teriaknya seraya menasehati bahwa Bashar Al Asad tidak memberikan keuntungan sedikitpun untuk mereka.

“Bashar Al Asad telah membantai penduduk sipil dan semua orang sudah mengetahuinya. Menyeralah, kalian akan aman” ajaknya.

Akan tetapi, tentara Asad yang belakangan diketahui berjumlah dua orang tersebut tidak menanggapi seruan mujahidin. Hingga akhirnya, salah satu mujahidin mengatakan bahwa ia akan mendatangi mereka dengan tangan kosong.

Benar saja, mujahidin itu membuang semua senjata yang menempel di tubuhnya dan berjalan menuju persembunyian dua tentara Asad yang sudah tidak berdaya tersebut dengan mengangkat kedua tangannya.

Beberapa saat setelah itu, terlihat gambar seorang mujahid sedang menginterogasi dua tentara dengan seragam lengkap militer Suriah. Dengan logat bahasa Arab pasaran, mujahid itu menasehati dua tentara Asad tersebut. Mujahidin mengajak bicara mereka dengan sopan, sehingga kedua tentara itu merasa aman.

Situs berita pendukung revolusi Suriah, Zaman Wasl, menduga bahwa peristiwa tersebut terjadi di salah satu daerah di Ghoutah, pedesaan Damaskus, yang beberapa minggu lalu mengalami serangan senjata kimia.

Zaman Wasl mengatakan, meskipun pembantaian mengerikan senjata kimia masih hangat dari benak para pejuang Suriah, hal itu tidak menjadikan mereka bringas dan kejam dalam menghadapi tentara Bashar Al Asad.

Mereka (para pejuang Suriah), tambah Zaman Wasl, masih memiliki akhlak yang tinggi dan keinginan besar, bahwa semua orang bisa hidup dengan damai di Suriah, meskipun itu adalah para pembantu Bashar Al Asad. [hunef]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*