Jangan Lupakan Kami dalam Doa doa Kalian

Temanggung 23/6/2013 – (syamorganizer.com) Itulah permintaan kaum muslimin Suriah yang disampaikan oleh Abu Luqman (Relawan Tim ke-5 HASI ke Suriah) kepada para peserta Roadshow 35 Kota Tabligh Akbar  “Airmata Suriah” di Gedung Islamic Center IPHI Temanggung pada Ahad (23/6) kemarin. Event yang terselenggara atas kerjasama SYAM Organizer dengan Forum Silaturahim antar Majelis Ta’lim (FOSMA) ini  berhasil menyedot sekitar 250 orang pengunjung. Angka yang tidak terlalu besar sebenarnya, namun antusiasme hadirin sungguh menggembirakan.
Dalam event kali ini, Abu Luqman tidak sendiri. Beliau menjadi narasumber bersama Ust. Fuadi (Da’i Pemerhati Dunia Islam) dari Surabaya. Hadir pula pada event kali Ust. Waris yang merupakan tokoh agama di Kota Temanggung. Beliau memberikan sambutan pada awal acara.
Abu Luqman lebih banyak memaparkan pengalaman & cerita dari negeri Suriah saat beliau menjadi relawan di sana. Banyak cerita yang mengusik jiwa kemanusiaan, salah satunya adalah cerita tentang bibi salah seorang pejuang yang dipenjara selama 20 tahun dalam penjara berukuran 3 x 5 meter yang berisi 50 orang. Bayangkan, untuk bergerak saja sulit. Dan lebih sulit lagi, jika waktu tidur datang. Tidur digilir, sepertiga waktu seseorang harus tidur berdiri; sepertiga lagi dengan duduk; dan sisanya baru bisa tidur rebahan. Begitu seterusnya selama 20 tahun. Dan biadabnya, bibi pejuang bersama penghuni lainnya ini dipenjara dalam keadaan telanjang bulat.
Masih tentang penjara rezim dzolim Bassar, ada kisah menjijikkan lagi. Adalah hal yang biasa terjadi di Suriah, seorang bapak dipenjara bersama putrinya dalam penjara yang sempit dan dalam keadaan telanjang bulat, atau seorang ibu dipenjara bersama putranya dalam kondisi yang sama pula. Tentara-tentara rezim Nushairiyah ini gembira jika sampai terjadi hal-hal yang nista di dalamnya. Hal ini disebabkan oleh kebencian mereka terhadap kaum muslimin (ahlussunnah) dan kesucian ajarannya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa saat ini masih sedikit pihak yang peduli terhadap pemenuhan obat-obat penyakit umum di Suriah, seperti : batuk, pilek, dsb.
Cerita-cerita tentang negeri Suriah (Syam secara luas) juga tak kalah menariknya sebagaimana yang disampaikan oleh Ust. Fuadi. Beliau mengawali paparannya dengan menyampaikan keutamaan penduduk Syam, bahwa mereka akan menjadi indikator kebaikan seluruh manusia. Keutamaan yang lain adalah bahwa Syam adalah tempat turunnya nabi Isa ‘alaihissalam menjelang kiamat dan sebaik-baik bumi ribath (berjaga-jaga). Beliau bercerita bagaimana seorang dokter di Yaman dengan gaji sebulan setara 150 juta mau hijrah dan berjihad ke Suriah. Alasannya sangat indah, dengan gaji sebesar itu, sang dokter ini sama sekali tidak merasakan keberkahan. Sedang di Suriah, sang dokter baru merasakan keberkahan. Ust. Fuadi menekankan bahwa (kepedulian terhadap) permasalahan Suriah ini adalah panggilan keimanan.
Beliau mengajak hadirin untuk tidak tenang-tenang saja, sementara kaum muslimin di Suriah tengah menderita. Pembunuhan, penyiksaan, kelaparan, dan pemerkosaan hampir mewarnai hari-hari mereka.
Terakhir, Ust. Fuadi bertutur tentang jihad di Suriah. Bahwa tidak benar bahwa mujahidin di Suriah dibiayai oleh barat. Dan bahwa jihad di sana adalah sebuah kewajiban, yang dosa meninggalkannya tertumpuk antara dosa untuk diri orang yang meninggalkan dan dosa membiarkan kaum muslimin didzolimi. Sebagai motivasi, beliau menyerukan kepada hadirin : “Tidak jihad, tidak shodaqoh, lalu dengan apa kita akan masuk jannah?!”.
Event kali ini juga tak luput dari acara penggalian dana. Ust. Lanang Mudadi, S.Pd.I (Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Temanggung) sebagai moderator cukup jitu memandu acara ini. Sambil berdiri, beliau ‘mengabsen’ satu per satu tamu undangan (lembaga/ormas) untuk memberikan kesanggupan infaq untuk Suriah. Dan terbukti, trik ini mampu mengumpulkan dana hingga puluhan juta. Bahkan, beberapa barang, seperti : sepeda motor, arloji, dan hape pun berhasil terkumpul pada sesi ini. Setelah itu dilanjutkan dengan penggalian dana dari para peserta. Moderator mempersilakan para peserta untuk meletakkan infaq mereka di atas bendera Suriah yang telah digelar oleh panitia. Dan,, satu per satu peserta pun beranjak dari tempat duduknya untuk memberikan infaqnya. (rep:bram)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*