Jangan Takut Dicap Teroris Hanya Karena Ingin Bantu Ahlussunah di Suriah

Roda kereta Roadshow 35 Kota Tabligh Akbar “Airmata Suriah” di Kota Temanggung juga menggelinding sampai di Kecamatan Ngadirejo pada Ahad sore (23/6) kemarin, ba’da sholat asar. Kali ini Masjid Al-Furqon menjadi saksi kepedulian kaum muslimin Ngadirejo terhadap saudaranya di Suriah. Bahkan, pengunjung juga ada yang menyempatkan diri datang dari Kota Kendal dan Batang.
Selain menghadirkan Ust. Fuadi (Da’i Pemerhati Dunia Islam) dari Surabaya dan Abu Luqman (Relawan Tim Ke-5 Hilal Ahmar Society Indonesia) dari Solo, gelaran tabligh kali ini juga dihadiri Ust. Taufik Hartono, S.Pd.I (Ketua DDII Temanggung). Beliau hadir sebagai pembicara. Acara tersebut dipandu oleh Ust. Lanang Mudadi, S.Pd.I (Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Temanggung). Dan tentu saja, masih dengan semangat yang sama seperti saat event pagi harinya di Gedung Islamic Center IPHI Temanggung.
Sesi pertama diampu oleh Ust. Taufik Hartono. Beliau langsung membuka dengan pernyataan : Syi’ah bukan Islam dengan disertai hujjah-hujjah. Beliau sering melakukan counter di akun facebooknya atas opini-opini yang berbau pro-Syi’ah. Beliau juga menjumpai sendiri saat berhaji di Makkah, perilaku nista gerombolan Syi’ah ketika melewati makam Umar atau Abu Bakar. Tiap kali melewatinya, mereka mesti akan meludahi makam tersebut. “Kita beda fikih masih oke, tapi ini adalah masalah aqidah”, begitu penjelasan beliau terhadap perbedaan antar ahlussunnah dengan Syi’ah.
Cukup singkat kajian yang beliau sampaikan. Mengakhiri ceramahnya, beliau menandaskan bahwa jamaah ahlussunah-lah yang sekarang sedang berperang di Suriah.
Kesempatan selanjutnya diberikan oleh moderator kepada Ust. Fuadi. Di awal kajiannya, beliau sempat kehabisan kata-kata, terharu ketika membaca tulisan tangan seorang anak SD dari Temanggung tentang nasib kaum muslimin Suriah. Tulisan yang kemudian dikirimkan kepada Presiden SBY dan juga dibalas langsung oleh SBY.
Syam (yang salah satu bagiannya adalah Suriah) adalah bumi yg dijanjikan. Ust. Fuadi berpesan : “Jangan takut dicap teroris oleh dunia hanya karena ingin membantu ahlussunah di Suriah”. “Tidak shodaqoh; tidak jihad, lalu kita mau masuk jannah dengan apa?”. “Bisnis kita, bisakah selamatkan kita dari neraka?”. “Barangsiapa tidak mau peduli urusan kaum muslim, maka dia bukan golongan mereka.”. Itulah beberapa kalimat nasihat yang cukup menggelitik keimanan.
Pembicara terakhir adalah Abu Luqman. Beliau menceritakan ajaran Syi’ah yang ada di Suriah. Bagi Syi’ah, kalau bisa membunuh muslim (ahlussunnah), maka baginya adalah pahala surga. Mereka (gerombolan Syi’ah) biasanya meningkatkan intensitas serangannya saat sholat jamaah Jumat dilaksanakan. Musuh-musuh Islam itu aslinya penakut, karena untuk menyerang 8 orang saja mereka harus membombardir daerah yang diduga menjadi persembunyian ke-8 orang tersebut.
Lanjut beliau, di Suriah, banyak ahlussunnah yang dihukum gantung di lapangan, tidak sembunyi-sembunyi. Tak lain, ini sebagai bentuk teror kepada ahlussunnah. Pesan beliau, jangan beri Indonesia ruang bagi Syi’ah, 5 persen saja jumlah mereka, akan bisa menguasai yang 100%. Dan hal itu bukan main-main, karena itu adalah kutipan perkataan seorang tokoh Syi’ah Indonesia sendiri. Dan terkait pertolongan bagi korban perang di Suriah, beliau mengatakan bahwa kebutuhan yang paling besar saat ini adalah obat. Dan itu yang harus kita penuhi segera. (rep: bram)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*