::Jejak Syam #14:: Negara-Negara yang Tercakup Dalam Wilayah Syam

JS 14

C. Lebanon, Negeri Sektarian Penuh Keunikan

Lebanon / Lubnan (Arab) dapat dikatakan negara multi culture di kawasan Timur Tengah. Hampir sebagian besar peduduknya merupakan perpaduan keturunan Arab dan Eropa (khususnya Perancis). Bentuk pemerintahannya adalah Republic of Lebanon (Inggris), Al Jumhuriyh Al Lubnaniyah (Arab), Re’publique Libanaise (Perancis), Republik Lebanon (Indonesia). Ibukotanya adalah Beirut.

Secara umum berbentuk pegunungan terletak di wilayah Timur Dekat (Near East), di tepi Timur Laut Mediterania / Laut Tengah. Sebelah Utara dan Timur berbatasan dengan negara Syria, sebelah Barat menghadap ke Laut Tengah (Mediterranean Sea) dan Siprus, dan sebelah Selatan dengan Israel. Luas Wilayah 10.452 km persegi dengan panjang pesisir pantainya sekitar 212 km dan terbagi atas 6 wilayah / propinsi yang sebagian besarnya merupakan daerah perkotaan yaitu :Beirut- Mount Lebanon-North Lebanon-South Lebanon Sidon-South Lebanon Nabatieh-Bekaa.

Sekitar tahun 3000 SM Bangsa yang pertama kali bermukim di Lebanon adalah bangsa Semit Kana’an atau menurut Yunani disebut “Phoenecian” terkenal diri di daerah Pantai bangsa Phonecian terkenal dengan aktivitas pelayaran dan perdagangan.Pusat kekuasaanya berada di Bybles (+30km dari Beirut).

Islam masuk ke Lebanon dan Suriah pada tahun 632 M dibawah kekuasaan Dinasti Umayyah dan Abbasiyah. Lebanon menunjukkan bakatnya sebagai masyarakat Modern. Pada era ini bahasa arab menjadi bahasa resmi di Lebanon & kehidupannya menjadi bagian dari peradaban Islam yang gemilang.

Hal ini berlangsung hingga 1099 ketika para penganut Kristen dari Eropa (Crusader) menaklukkan Lebanon dan Negara Negara di sekitar kawasan tersebut. Selain memperluas ajaran Kristen, mereka juga berusaha membendung proses arabisasi yang mengalir secara damai dalam masa pemerintahan Islam.Sehingga para Crusader dari Eropa tersebut berusaha sekuat mungkin menencapkan pengaruh Kristen dengan cara menghidupkan budaya Barat di tengah tengah kehidupan Islam.Tetapi tahun 1187 Kesultanan Mamluk berhasil menggulingkan dinasti Crusader serta menguasai Lebanon dan Suriah hingga 1500.

Iklim musim panas (bisa mencapai 39 derajat C), musim gugur, musim dingin (hingga minus dan di beberapa daerah pegunungan turun salju) dan musim semi.

Masyarakat Lebanon pada umumnya secara sosiologis dikategorikan sebagai masyarakat dengan sistem sektarian, terutama berdasar pada sekte keagamaan. Begitu sektariannya, sehingga segala ruang lingkup kehidupan masyarakat Lebanon tak bisa lepas dari sekteisme, baik pada tataran sosial terlebih dalam urusan politik (confessionalism politic).

Warga Lebanon berjumlah lebih 4 juta jiwa, ditambah dengan warga asing lainnya, (imigran/pekerja/pengungsi) kurang lebih 1,5 juta jiwa, seperti warga Syria, Palestina, Armenia, Kurdistan, Mesir, Srilanka, Filipina, Sudan dan dan negara negara Eropa Timur, Afrika dan negara Arab lainnya.

Dari kurang lebih 3.1 juta jiwa ( sensus 1999 ), terdapat 17 aliran agama dan berbagai sekte Muslim Ahlussunnah, Syiah imamiyah, Druze, Ismaili dan Alawi ; 11 Kristen (4 Ortodoks-Armenia, Yunani, Syria, Nestoria-Assyiria; 6 Katolik-Armenia, Syria, Kaldea, Yunani, Romawi, Maronit dan 1 Protestan) dan Yahudi. Pembagian berdasarkan etnis hanya terdiri dari masyarakat Arab, Armenia dan Kurdi. Agama dan politik bagi kehidupan masyarakat Lebanon tidak dapat dipisahkan. Perang saudara yang pernah berkecamuk selama 15 tahun di Lebanon sesungguhnya tidak terlepas dari masalah pertentangan antara etnis pemeluk agama.

Di samping pembagian politik dan kekuasaan, di tingkat grassroot pun, masyarakat secara otomatis membagi wilayah / distriknya berdasarkan agama dan sektenya masing-masing, terlebih setelah perang saudara. Namun, kendati secara sosiologis bertipologi sektarian dengan segala akibatnya, masyarakat Lebanon ternyata cukup terbuka dalam pergaulan, hal ini tak lain sebagai imbas dari posisi Lebanon yang secara geografis terletak di wilayah persimpangan kebudayaan Eropa dan Asia/Arab dengan silih bergantinya para pendatang sepanjang sejarah, sehingga menjadikan masyarakat Lebanon cukup terbuka, berpendidikan dan lebih moderat dibandingkan dengan masyarakat Arab sekitarnya.

Masyarakat Lebanon yang pluralistik merupakan keunikan tersendiri diantara negara Arab. Bahasa Arab merupakan bahasa resmi Lebanon. Bahasa lainnya yang juga dipakai adalah bahasa Perancis dan Inggris. Bahasa Perancis biasanya dipakai oleh pejabat pemerintah dan masyarakat menengah ke atas. Bahasa Inggris sudah biasa dipakai terutama dalam bidang bisnis dan pendidikan. Bahasa lainnya adalah bahasa yang dipakai kelompok etnis seperti bahasa Armenia. (JS)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*