:: Jejak Syam #16:: Negara-Negara yang Tercakup Dalam Wilayah Syam

JS 16

D. SURIAH ‘Perkembangan Politik Suriah’(bagian 1)

Pada perang dunia I tahun 1914-1918M, bangsa arab digerakan oleh Syarif Husain membantu pasukan perancis dan inggris memerangi pasukan khilafah Turki Usmani. Akibat peperangan tersebut, wilayah syam jatuh ketangan perancis dan inggris lalu dibagi menjadi 4 negara :

Palestina dan Yordania jatuh ditangan Inggris, disini inggris memberi tanah untuk orangg yahudi yg akhirnya menjadi negara yaitu israel dgn mencaplok tanah palestina. Suriah dan Lebanon jatuh ketangan perancis.Konfrensi umum rakyat suriah pada thn 1920M mengangkat Faisal bin Syarif Husain, sekutu Perancis dlm perang dunia I yang membantu perancis dlm memerangi khilfah Turki Usmani sebagai Raja Suriah pertama.

Diperjalan waktu kepemerintahan raja Suriah Faisal bin Husain, rupanya Perancis sudah mulai tidak lagi menyukai raja Faisal bin Husain yg tidak mau tunduk dengan Perancis,. Perancis sebagai negara penjajah yangg menang dalam perang dunia I, mengerahkan pasukannya untuk menggulingkan pemerintahan Faisal bin Husain.

Pada tahun 1920M pecahlah perang hebat antara pasukan Suriah dan pasukan Perancis, dan akhirnya dimenangkan Perancis.Untuk melemahkan Suriah maka Perancis kemudian memecah belah suriah menjadi 4 negara yaitu :

  1. Negara Damaskus
  2. Negara Aleppo
  3. Negara Alawiyyin ( Negara Syiah Nusairiyyah )
  4. Negara Druze ( Syiah Druze )

Namun upaya Perancis mendapat perlawanan keras dari rakyat Suriah hingga terjadilah perang hebat antara Perancis dan rakyat Suriah tahun 1925-1930.Perlawanan rakyat Suriah itu memaksa Perancis memeberikan pengakuan ” semi merdeka ” tahun 1936M.

Lalu ketika terjadi perang dunia II, Perancis kembali ingin menguasai Suriah dengan kekuatan militernya, namun hal ini menimbulkan persaingan dengan Inggris yangg ketika itu juga Inggris ingin menguasai Suriah, sehingga memaksa Perancis untuk mengakui kemerdekaan Suriah pada tahun 1941M. Dengan syarat pasukan militer perancis masih bertahan di Suriah.

Thn 1943M, Syukri Qautli terpilih sebagai presiden pertama republik Suriah.Dan pada thn 1946M pasukan Perancis ditarik keluar dari Suriah,.Namun priode setelah itu suriah diwarnai dengan berbagai kudeta militer yg dirancang oleh kedutaan besar Amerika di Damaskus.

::AS dan CIA mengatur kudeta militer di Suriah sejak tahun 1949::

AS, melalui kedutaan besarnya di Damaskus dan CIA, memimpin kudeta militer pertama yang pernah terjadi di Suriah pada tahun 1949, sebagaimana disebutkan dalam buku “The Game of Nations” yang ditulis oleh Miles Copeland. Hal ini menandai awal perjuangan internasional atas Timur Tengah diantara Amerika Serikat, yang merupakan pendatang baru di percaturan politik dunia, dan Eropa (Perancis dan Inggris) yang memegang pengaruh di wilayah itu namun keluar dari Perang Dunia II dalam keadaan hancur. Kedutaan Besar AS dan CIA terus mendukung beberapa kudeta militer berikutnya di Suriah sepanjang tahun 50-an dan 60-an untuk melawan para pesaing Eropa mereka. Ini merupakan era ketidakstabilan yang berlangsung lebih dari dua dekade.

Suriah bergabung dengan AS dalam kampanye untuk menyerang Irak pada tahun 1991: Suriah mendukung AS dalam kampanye perang melawan Irak (Operation Desert Storm) dengan mengirim 14.500 prajurit dan personil militernya untuk membantu AS dalam invasinya di Irak

::AS menjadi mediator negosiasi antara Suriah dan Israel selama tahun 1990-an::

Hafez al-Assad menyetujui AS sebagai mediator antara Suriah dan Israel. Kepala Staf Angkatan Darat Suriah, Letnan Jenderal Hikmat al-Shihabi, memimpin delegasi ke AS untuk membahas perundingan perdamaian tentang masalah tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan TV Russia Today, mantan Menteri Pertahanan Suriah dan tokoh utama rezim Assad, Mustafa Tlass, menyatakan dengan tegas bahwa al-Shihabi adalah agen CIA untuk Amerika Serikat.
(bersambung..)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*