:: Jejak Syam #29:: Negeri Syam Pada Zaman Khulafa’ Rasyidun

29

Negeri Syam Pada Masa Khalifah Umar Bin Khaththab [5]

Romawi Mengepung Homs Dan Khalifah Umar Berangkat Ke Syam

Pada tahun 17 H pasukan Romawi dan orang-orang Arab Kristen dari wilayah Jazirah (wilayah Irak yang berada diantara dua aliran sungai Eufrat dan Trigis) mengepung pasukan Abu Ubaidah bin Jarrah di Homs. Abu Ubaidah mengirim surat kepada Khalid Bin Walid untuk mengirim pasukan bantuan, maka pasukan Khalid bin Walid meninggalkan kota Qinasrin dan bergabung dengan pasukan Abu Ubaidah. Khalid bin Walid mengusulkan agar pasukan Islam menerjuni peperangan di kancah terbuka, namun seluruh komandan Islam lainnya mengusulkan agar pasukan Islam bertahan di kota Homs. Saran itulah yang diambil panglima tertinggi Abu Ubaidah bin Jarrah.
Abu Ubaidah mengirimkan surat kepada khalifah Umar dan meminta pengiriman pasukan bantuan, sebab pasukan Islam terkepung di kota Homs. Begitu berita kondisi genting di Homs sampai kepada khalifah Umar, beliau segera mengambil tindakan cepat. Beliau mengirim surat kepada panglima tertinggi pasukan Islam di Irak, Sa’ad bin Abi Waqqash untuk memberangkatkan dua pasukan bantuan ke Syam. Satu pasukan berkekuatan 4000 orang dibawah pimpinan Qa’qa bin Amru diberangkatkan dari kota Kufah untuk membantu pasukan Abu Ubaidah di Homs. Satu pasukan lainnya dibawah pimpinan Iyad bin Ghanm diberangkatkan untuk menyerang Jazirah. Khalifah Umar sendiri memimpin sebuah pasukan bergerak dari Madinah menuju Homs.

Pergerakan pasukan Iyad bin Ghanm dari Kufah menuju Jazirah sangat mengejutkan bangsa Kristen Arab dari Jazirah yang bersama pasukan Romawi mengepung Homs. Pergerakan pasukan Islam dari kota Madinah yang dipimpin langsung oleh khalifah Umar bin Khaththab sangat mengejutkan pasukan Romawi. Hal itu melemahkan semangat tempur mereka, terlebih penduduk Jazirah telah pulang kampung halamannya untuk menghadang pasukan Iyad bin Ghanm.

Kelemahan mental pasukan Romawi ditangkap oleh mata-mata pasukan Islam. Khalid bin Walid mengusulkan agar pasukan Islam keluar dari Homs dan melakukan pertempuran dikancah terbuka. Usulan tersebut diterima oleh Abu Ubaidah. Pasukan Islam kemudian menyerbu pasukan Romawi dan mengalahkan mereka di luar Homs. Saat itu pasukan Khalifah Umar bin Khaththab baru tiba di kotaJabiyah, belum sampai kota Homs. Demikian pula pasukan Qa’qa bin Amru dari Kufah baru tiba di Homs tiga malam setelah kemenangan pasukan Abu Ubaidah bin Jarrah. Atas perintah khalifah Umar, pasukan Qa’qa bin Amru juga mendapatkan bagian dari harta rampasan perang, sebab kelemahan mental pasukan Romai juga ditimbulkan oleh berita kedatangan pasukan bantuan Islam dari Irak dan Madinah. [Ibnu Katsir, Al Bidayah wan Nihayah]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*