:: Jejak Syam #30:: Negeri Syam Pada Zaman Khulafa’ Rasyidun

30

Negeri Syam Pada Masa Khalifah Umar Bin Khaththab [6]

Wabah Lepra Melanda Negeri Syam

Dari kota Jabiyah, pasukan khalifah Umar bin Khaththab melanjutkan perjalanan menuju Homs. Saat mereka tiba di kota Sarga, para komandan Islam di negeri Syam yaitu Abu Ubaidah, Khalid bin Walid dan Yazid bin Abi Sufyan menyambut mereka dengan hangat. Dalam kesempatan tersebut para komandan melaporkan kepada khalifah Umar bahwa wabah penyakit lepra telah melanda negeri Syam.

Menghadapi kenyataan tersebut, khalifah Umar bermusyawarah dengan kaum Muhajirin dan Anshar yang berada dalam pasukan beliau. Sebagian mereka menyarankan agar khalifah Umar melanjutkan perjalanan ke Homs, sementara sebagian lainnya menyarankan untuk kembali saja ke kota Madinah. Karena tidak ada kata sepakat di kalangan Muhajirin dan Anshar, khalifah Umar meminta pendapat para tetua suku Quraisy yang masuk Islam pada masa penaklukan Makkah. Mereka secara bulat menyarankan agar khalifah Umar membawa pulang pasukannya ke kota Madinah. “Kami berpendapat tidak selayaknya Anda membawa para tokoh sahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam kepada wabah penyakit ini,” kata mereka. Saran ini diterima oleh khalifah Umar dan beliau memerintahkan agar keesokan harinya pasukan beliau kembali ke Madinah.

Keputusan khalifah Umar tersebut dipertanyakan oleh panglima Abu Ubaidah,” Apakah Anda akan melarikan diri dari takdir Allah?, Khalifah Umar menjawab,”Ya kita melarikan diri dari satu takdir Allah kepada takdir Allah lainnya. Bagaimana pendapatmu jika engkau turun di sebuah lembah yang memiliki dua padang rumput. Satu padang rumput tersebut kering kerontang dan satu padang rumput lainnya subur nan lebat. Jika Engkau menggembalakan ternakmu pada padang rumput yang subur nan lebat, maka itu atas takdir Allah. Dan jika engkau menggembalakan ternakmu pada padang rumput yang kering kerontang, maka itupun atas takdir Allah.”
Kebetulan pada saat khalifah Umar bin Khaththab meminta pendapat Muhajirin, Anshar dan tetua suku Quraisy, sahabat Abdurrahman bin Auf sedang buang hajat. Ketika Abdurrahman bin Auf kembali dan mendapati keputusan khalifah Umar tersebut, berkata:” Saya memiliki ilmu tentang hal itu. Saya telah mendengar Rasulullah bersabda:
“Jika kalian mendengar wabah lepra terjadi di sebuah negeri, maka janganlah kalian datang ke negeri tersebut dan jika wabah lepra tersebut terjadi di sebuah negeri saat kalian sudah berada di dalam negeri tersebut, maka janganlah kalian keluar dari negeri tersebut karena melarikan diri (mencari selamat) dari wabah tersebut.” [HR. Bukhari]

Umar memuji Allah atas kesesuaian keputusannya dengan sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam.
Dari Usamah bin Zaid berkata: Saya mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam telah bersabda: Lepra adalah kotoran atau adzab yang dikirim Allah kepada Bani Israil atau umat sebelum kalian. Jika mendengar wabah lepra terjadi di sebuah negeri, maka janganlah kalian datang ke negeri tersebut dan jika wabah lepra tersebut terjadi di sebuah negeri saat kalian sudah berada didalam negeri tersebut, maka janganlah kalian keluar dari negeri tersebut karena melarikan diri(mecari selamat) dari wabah tersebut. [HR. Bukhari]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*