:: Jejak Syam #34:: Negeri Syam Pada Zaman Khulafa’ Rasyidun

34

Negeri Syam Pada Masa Khalifah Utsman Bin Affan [2]

::Penaklukan Pulau Siprus Tahun 28 H::

Siprus adalah sebuah kepulauan di Laut Mediterania, di sebelah barat pantai Suriah. Pulau strategis itu pada masa tersebut merupakan sebuah pangkalan militer Imperium Byzantium. Pulau itu merupakan pulau yang indah dan kaya raya. Angkatan laut Imperium Byzantium biasa bertolak dari kepulauan Siprus untuk menyerang wilayah sepanjang pesisir negeri Syam. Untuk menghadapi angkatan laut Romawi tersebut, Mu’awiyah bin Abi Sufyan membangun galangan kapal, menggalakkan pembuatan kapal-kapal perang, dan membentuk angkatan laut pertama dalam Islam.*

Atas izin dari khalifah Utsman, angkatan laut pertama Islam bergerak dari pantai Suriah menyerang kepulauan Siprus. Pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Mu’awiyah. Turut serta dalam serangan tersebut beberapa sahabat senior, di antaranya Ubadah bin Shamit dan istrinya, Ummu Haram binti Milihan. Ummu Haram adalah sahabiyah Anshar dan masih terhitung bibi Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dari jalur ibu. Ini merupakan peperangan lautan pertama yang diterjuni oleh pasukan islam. Pada saat bersamaan pasukan laut Islam berangkat dari pelabuhan Alexandria, Mesir dibawah komandan gubernur Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarh. Kedua pasukan Islam tersebut bertemu melancarkan serangan gabungan.

Pasukan Byzantium dan penduduk Siprus melawan dengan sengit, namun pasukan Islam berhasil mengalahkan mereka. Pasukan Islam berhasil meraih banyak harta rampasan perang dan melawan banyak tentara Byzantium dan penduduk Siprus. Kepulauan strategis tersebut akhirnya sepenuhnya dikuasai oleh pasukan Islam.

Imam Ibnu Katsir Ad Dimasqy mengisahkan bahwa ketika para tawanan Siprus digiring, sahabat Abu Darda’menangis. Maka Jubair bin Nufair bertanya keheranan,”Apakah anda menangis padahal pada hari ini Allah menjayakan Islam dan kaum muslimin?” maka Abu Darda’ menjawab, “Kasihan engkau ini! Sesungguhnya mereka ni dahulu adalah bangsa perkasa dan mereka memiliki kerajaan. Tatkala mereka menyia-nyiakan perintah Allah, maka Allah menjadikan mereka sebagai tawanan perang. Jika sebuah kaum telah dijadikan tawanan perang, maka itu peranda Allah sudah tidak membutuhkan kaum tersebut.”

Mu’awiyah kemudian mengikat perjanjian damai dengan penduduk Siprus. Berdasar perjanjian tersebut penduduk Siprus akan membayar jizyah 7000 dinar setiap tahunnya kepada kaum muslimin. Saat pasukan Islam hendak meninggalkan Siprus dan kembali ke Syam dan Mesir, seekor baghal (peranakan antara kuda dan keledai) diserahkan kepada Ummu Haram untuk dikendarai. Namun baghal meronta-ronta sehingga Ummu Haram terlontar dari atas punggungnya. Ia mengalami patah tulang dibagian leher dan meninggal. Ia dimakamkan di Siprus dan kuburannya dimuliakan oleh penduduknya. [Ibnu Katsir]

Perang penaklukan Siprus dan gugurnya Ummu Haram di pulau tersebut merupakan salah satu bukti terealisasinya mu’jizat Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam. Belasan tahun sebelumnya Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam telah menyampaikan kabar gembira tersebut, sebagaimana diriwayatkan dalam hadits dari Anas bin Malik ia berkata: “Rasulullah biasa bertamu ke rumah Ummu Haram binti Milhan dan Ummu Haram biasa menjamu makan beliau. Saat itu Ummu haram adalah istri dari Ubadah bin Shamit. Suatu hari Rasulullah SAW bertamu dan Ummu Haram memberi jamuan makan beliau, lalu Ummu Haram memangku kepala Rasulullah hingga beliau tertidur. Tiba-tiba beliau terbangun dari tidurnya dan tertawa.

Ummu Haram bertanya,”Kenapa Anda tertawa, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Ada satu golongan dari umatku yang ditunjukkan kepadaku (dalam mimpiku) bahwa mereka berperang di jalan Allah dengan mengendarai gelombang lautan seakan-akan mereka para raja di atas dipan-dipan singgasana.”
Ummu Haram berkata: “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Allah memasukkanku ke daba beliau am golongan mereka!”
Maka beliau menjawab: “ Sesungguhnya engkau termasuk golongan mereka.”

Beliau kemudian melanjutkan tidurnya. Tiba-tiba beliau kembali terbangun dari tidurnya dan tertawa. Maka Ummu Haram bertanya, ”Kenapa anda tertawa wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab, “Ada satu golongan dari umatku yang ditunjukkan kepadaku (dalam mimpiku) bahwa mereka berperang di jalan Allah dengan mengendarai gelombang lautan “
Ummu Haram berkata: “Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah agar Allah memasukkanku ke daba beliau am golongan mereka!”
Maka beliau menjawab: “Engkau termasuk golongan yang pertama dan tidak termasuk dalam golongan yang terakhir”.

Ummu Haram ikut berlayar dalam peperangan pada zaman Mu’awiyah bin Abi Sufyan. Ia terlempar dari kendaraannya dan meninggal saat kendaraannya keluar dari lautan (mendarat). [HR. Bukhari-Kitabul Jihad wa As Siyar]

Dalam hadits lainnya dari Umair bin Aswad Al Ansi bahwasannya ia mendatangi Ubadah bin Shamit di kancah Homs. Saat itu Ubadah berada dalam sebuah bangunan bersama istrinya, Ummu Haram bintu Milhan. Maka Ummu Haram menceritakan kepada mereka bahwa ia telah mendengar Rasulullah bersabda: “Pasukan pertama dari umaku yang berperang dilautan telah memastikan diri mereka (untuk masuk surga).”
Maka Ummu Haram bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah saya termasuk golongan mereka?”
Beliau menjawab : “Engkau termasuk dalam golongan mereka.” Beliau kemudian melanjutkan sabdanya: Pasukan pertama dari umatku yang menyerang kota Kaisar(Konstantinopel) telah mendapatkan ampunan Allah.”
Maka Ummu Haram bertanya: “Wahai Rasulullah, Apakah saya termasuk golongan mereka?”
Beliau menjawab : “Tidak”
[HR. Bukhari-Kitabul Jihad wa As Siyar] ————————————–
*pada saat ini pulau Siprus telah menjadi sebuah negaramerdeka dengannama Republik Siprus. Ia adalah sebuah negara pulau di Laut Tengah bagian timur +113 km di sebelah selatan Turki dan 120 km di sebelah barat Suriah. Ibu kotanya Lefkosia. Kota penting lainnya adalah Lamesos, Larnaca, Paphos, Ammochostos, dan Kyrenia. Siprus, ketika masih merupakan jajahan Britania Raya, akan diberikan kepada Yunani. Tetapi minoritas Turki menolak. Akhirnya kompromi disepakati dan pada tahun 1959 didirikan negara Siprus Merdeka. Tetapi kedua belah pihak tidakpuaas dan akhirnya pada tahun 1974 sebuah kelompok yang menginginkan persatuan dengan Yunani mengadakan kudeta yang dibalas dengan invasi Turki. Semenjak itu Turki menduduki wilayah utara. [http://id.wikipedia.org/wiki/Siprus].

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*