:: Jejak Syam #38:: Negeri Syam : Titik Tolak Jihad Perluasan Wilayah Kaum Muslimin di Masa Mu’awiyah

38

Periode khilafah Umawiyah dan Khalifah Abdullah bin Zubair merupakan masa keemasan sejarah umat Islam, setelah masa Khilafah Rasyidah. Wilayah kaum muslimin membentang dan negeri Turkistan Timur (Xinjiang, Cina hari ini) di belahan timur bumi sampai Andalus (Spanyol) di belahan barat dunia. Kaum muslimin hidup dalam keadaan aman, makmur dan sentausa. Ilmu agama dan ilmu dunia mengalami penyebaran dan pengembangan yang sangat signifikan. Pada periode tersebut lahir sejumlah ‘madrasah’ di bidang tafsir, hadits, fiqih, bahasa Arab, dan lain-lain di negeri-negeri kaum muslimin.

Negeri Syam sebagai jantung dunia Islam memegang peranan penting dalam pemberangkatan pasukan-pasukan jihad yang bergerak ke Afrika, Romawi, Afghanistan, Asia Tengah, dan anak benua Hindia.

Imperium Majusi Persia telah lenyap karena berhasil diruntuhkan oleh pasukan Islam pada masa khalifah Utsman bin Affan. Musuh utama pasukan Islam pada masa pemerintahan Mu’awiyah bin Abi Sufyan adalah Imperium Romawi Timur (Imperium Byzantium) yang memiliki angkatan darat dan angkatan laut yang tangguh serta wilayah jajahan yang sangat luas, memanjang dari daratan Eropa timur, Asia kecil (Anatolia), Mesir, Libyia, Aljazair, Tunisia, hingga Maghrib Aqsha (Maroko)di ujung terbarat benua Afrika.

Mu’awiyah bin Abi Sufyan memiliki perhatian yang sangat besar dalam urusan jihad. Pada masa pemerintahannya pasukan Islam menerjuni kancah jihad dalam wilayah yang sangat luas. Jihad di lautan membentang dari Samudra Atlantik di sebelah barat benua Afrika (Maroko) sampai laut Mediterania di sebelah barat negeri Syam.

Adapun jihad di daratan membentang dari pegunungan Taurus yang memisahkan negeri Syam dengan wilayah-wilayah Romawi dan Asia kecil (Anatolia, Turki hari ini), ke wilayah Kukasus( Chechnya, Degestan), negeri-negeri di belakang sungai Amudarya (Kazakhstan, Turmenistan, Tajikistan, Usbekistan, dan Kirgistan), Takharistan, Khurasan (Afghanistan), hingga di daratan anak benua India 9Pakistan, India, dan Kashmir hari ini).

Wilayah jihad yang sangat luas di daratan dan lautan tersebut dibagi menjadi dua front utama;

  1. Front sebelah barat meliputi negeri-negeri Kristen Imperium Romawi Timur.
  2. Front sebelah timur meliputi wilayah kaum musyrik di sebelah utara dan timur Daulah Islam.

Negeri Syam pada masa tersebut benar-benar menjadi pusat mobilisasi kekuatan dan pengiriman pasukan Islam ke berbagai medan jihad.

Mu’awiyah bin Abi Sufyan berkata, “ Saya telah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wassalam bersabda: “Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang menegakkan agama Allah, orang-orang yang memusuhi mereka maupun tidak mendukung mereka sama sekali tidak akan mampu menimpakan bahaya terhadap mereka. Demikianlah keadaannya sampai akhirnya datang urusan Allah” Perawi Malik bin Yukhamir menyahut: “Mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa mereka berada di Syam.” Mu’awiyah berkata, “ Lihatlah, ini Malik menyebutkan bahwa ia telah mendengar Mu’adz bin Jabal mengatakan bahwa kelompok tersebut berada di Syam.” [HR. Bukhari]

Dari Abdullah bin Hawalah bahwasannya Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wassalam bersabda: “Urusan (pemerintahan) ini kelak akan dibagi-bagi menjadi tentara-tentara yang dipersiapkan. Ada tentara di Syam, tentara di Yaman, dan tentara di Irak. “

Ibnu Hawalah berkata, “Ya Rasulullah, pilihkan salah satu untukku apabila aku menemui zaman tersebut!”
Beliau bersabda, “ Hendaklah engkau memilih Syam, karena negeri itu adalah negeri pilihan Allah, Allah memilihkan untuk negeri itu hamba-hamba pilihan-Nya. Jika engkau enggan tinggal di Syam, hnedaklah engkau memilih Yaman dan minumlah dari air susunya. Sesungguhnya Allah telah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.” [HR. Abu Dawud]

Dari Watsilah bin Al Asqa’ berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wassalam bersabda: “ Manusia akan terkelompok menjadi beberapa pasukan; pasukan di Yaman, pasukan di Syam, pasukan di Timur, dan pasukan di Barat.”
Seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasulullah, pilihkanlah untuk saya karena saya ini seorang anak yang masih muda, boleh jadi saya akan mendapati zaman tersebut. Tentara manakah yang engkau perinyahkan aku untuk bergabung dengannya?”

Beliau menjawab, “Hendaklah engkau memilih Syam.”

Dalam lafal yang lain, Watsilah bin Asqa’ berkata:

Saya mendengar Rasulullah bersabda kepada Hudzaifah bin Yaman dan Mu’adz bin Jabal saat keduanya meminta pendapat beliau tentang tempat tinggal. Maka beliau mengisyaratkan ke arah Syam. Ketika keduanya bertanya sekali lagi, beliau kembali mengisyaratkan ke arah Syam. Beliau bersabda,”Hendaklah engkau memilih Syam, karena negeri itu adalah negeri pilihan Allah, dihuni oleh hamba-hamba pilihan-Nya. [HR. Ath Thabrani]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*