:: Jejak Syam #46:: Negeri Syam Pada Zaman Daulah Umawiyah 41 H – 132 H

46

Negeri Syam kembali stabil dan kokoh

Keadaan yang stabil dan aman di negeri Syam pada masa khalifah Abdul Malik bin Marwan menjadi awal bagi kejayaan negeri Syam dan dunia Islam. Masa tersebut merupakan awal bagi berbagai peristiwa penting di zaman Abdul Malik bin Marwan, sekaligus awal dari berbagai penaklukan terbesar Islam di zaman pemerintahan anaknya, Walid bin Abdul Malik.

Di antara peristiwa penting yang terjadi pada masa kestabilan ini adalah:
a. Pembuatan mata uang Islam dari emas [dinar] dan perak [dirham] pada tahun 76 H.
b.“Arabisasi” administrasi keuangan negara “Kharaj”.

Sebelum era khalifah Abdul Malik bin Marwan, administrasi keuangan negara masih memakai bahasa Asing yaitu bahasa Yunani di negeri Syam, bahasa Persia di Irak, bahasa Qibti dan Yunani di Mesir. Saat itu pengerjaan administrasi keuangan negara ditangani oleh para pejabat dan pegawai Asing dan kafir dzimmi. Hal ini sangat berbahaya bagi umat Islam dimana para pegawai kafir dzimmi dan orang-orang Asing mengerti rahasia-rahasia keuangan baitul mal kaum muslimin. Lebih dari itu hal itu mendorong sebagian umat Islam untuk berfikir mempelajari bahasa-bahasa asing tersebut.

Maka khalifah Abdul Malik bin Marwan menetapkan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi keuangan negara di Damaskus dan seluruh kota-kota dalam wilayah Daulah Umawiyah. Para pegawai asing dan kafir dzimmi diganti dengan para pegawai muslim. Hal itu berperan besar untuk menjaga eksistensi bahasa Arab dan rahasia keuangan negara kaum muslimin. Keputusan ini mulai diberlakukan di negeri Syam pada tahun 81 H, di negeri Irak pada tahun 82 H dan negeri Mesir pada tahun 86 H. [At Tarikh Al Islami-Mahmud Syakir, 4/175-175.]

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*