Kadiv. Program Syam Organizer: Jangan Pernah Libur Memikirkan Anak-anak Suriah

#School4Sham SO

“Memalukan jika pembantaian umat islam dilancarkan sementara di sini kita diam”, demikian Mas Iroel, Kadiv. Syam Organizer mengawali sesi Ragam Event, pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Semarang pada Sabtu-Ahad (2-3 April 2015). Sebagaimana diketahui sampai hari ini kedzaliman yang ditimpakan oleh Basyar Assad kepada kaum muslimin di Suriah belum berakhir. Pada kondisi seperti itu anak-anaklah yang paling menderita. Mereka harus kehilangan orang-orang yang dicintai. Tidak ada lagi tempat mengadu dan bahkan mereka harus tinggal di tempat-tempat pengungsian dengan fasilitas serba terbatas.

Anak-anak Suriah kehilangan masa ceria mereka. Masa depan mereka pun menjadi tidak jelas. “Jangan pernah libur memikirkan anak-anak Suriah”, tegas mas Iroel. Hal senada disampaikan Ust. Saiful Anwar, Ketua Umum Syam Organizer,  yang mengajak agar seluruh pengurus Syam Organizer tidak pernah berhenti dalam membantu kaum muslimin di Bumi Syam.

Karenanya, sejak awal bulan April 2015 lembaga kemanusiaan Syam Organizer mengkampayekan program Selamatkan Pendidikan Anak-anak Palestina Suriah dengan hastag #School4Sham. Sebuah progam yang mengajak umat Islam seluruh dunia, khususnya di Indonesia untuk peduli dengan nasib pendidikan anak-anak di Palestina dan Suriah. Bagaimanapun, anak-anak itu adalah bayangan  umat Islam pada masa mendatang. Mereka adalah generasi yang akan menerima tongkat estafet generasi sebelumnya. Jika pendidikan mereka tidak diperhatikan tentu bahaya yang lebih besar akan mengancam. Karenanya, pendidikan mereka tidak boleh diabaikan. Dari pendidikan inilah kebaikan umat islam di Bumi Syam dan di seluruh penjuru dunia diharapkan kebaikannya. Karena ciri seorang hamba ataupun suatu kaum dikehendaki kebaikannya oleh Allah adalah dimudahkannya mereka dalam memahami ilmu, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, yang artinya
“Barang siapa yang dikehendaki oleh Allah kebaikan maka akan dipahamkan tentang agama” (AR70)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*