Kapan Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah datang ?

IMG-20141105-WA0030

Bekasi (2/11/2014) – Syamorganizer.com – DR Ayub Rohadi MA. M.Phil, dalam kesempatannya sebagai Narasumber Tabligh Akbar #Save theChildrenof Syria di wilayah Kota/Kab Bekasi, menukil sebuah hadits Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam, berkaitan dengan kondisi peradaban Islam saat ini. Menurut beliau mangacu pada hadits tersebut ada 5 (lima) tahapan kehidupan manusia yaitu :

  1. Pase Kenabian, masa ini terjadi hingga masa Rasulullah Muhammad Shalallahu alaihi wassalam.
  2. Pase Khulafaurrasidin
  3. Pase Raja raja / dinasti-dinasti islam
  4. Pase Pemimpin – pemimpin yang dzolim atau diktator
  5. Pase Khilafal al minhazul nubuwah

Setiap orang pasti akan senang apabila mendapatkan sebuah kabar berita gembira. Bagaimana jika kabar gembira (busyra) itu disampaikan langsung oleh Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam?

Bisyarah adalah sebuah kabar gembira yang Allah turunkan kepada ummatnya, baik melalui Al-Qur’an ataupun melalui ucapan Rasulullah. Bisyarah adalah perlambang janji Allah dan menjadi penyemangat kaum muslim selama berabad-abad lamanya. Keyakinan akan janji Allah ini terpatri kuat di dalam jiwa kaum muslim dan menjadi harapan di tengah-tengah keputus-asaan, menjadi pengingat dalam kealpaan dan menjadi sebuah sumber energi yang tidak terbatas sampai kapanpun juga. Dengan bisyarah inilah kaum muslim berjuang dan menorehkan tinta emas dalam sejarah peradaban dunia.

Diriwayatkan Imam Ahmad dengan sanad yang Shahih dan Hasan, Rasul saw bersabda, yang artinya

“Akan berlangsung zaman Kenabian di tengah-tengah kalian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki, lalu Dia akan mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya; kemudian berlangsung Khilafah menurut sistem kenabian selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya; kemudian berlangsung Kerajaan yang menggigit selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya (berakhir) bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya; kemudian berlangsung  Pemerintahan yang diktator selama kurun waktu tertentu yang Allah kehendaki lalu Dia mengangkatnya bila Dia menghendaki untuk mengakhirinya; kemudian akan berlangsung kembali Kekhilafaahan yang mengikuti metode kenabian — Khilafatan ‘ala Minhaj an-Nubuwwah). Kemudian beliau SAW berhenti (diam).” [HR. Ahmad No. 17680, dari Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu].

Dengan demikian, dari bisyaroh ini menunjukkan bahwa peluang tegaknya Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah yang kedua terbuka lebar bagi umat Islam saat ini, dan masih banyak bisyaroh lainnya yang menanti. Tentunya perjuangan ke arah sana membutuhkan kutlah Siyaasi yang berjalan sebagaimana kutlah Siyaasi yang Rasululloh saw. pimpin dahulu.

DR Ayub Rohadi MA. M.Phil yang juga Pengurus Daerah Ikatan Dai Indonesia (PD IKADI) Kabupaten Bekasi selanjutnya menyampaikan, bahwa fase – fase dalam bisyaroh tersebut sudah memasuki fase ke empat dimana di beberapa belahan dunia, banyak kita dapatkan para pemimpin yang diktator yang memimpin selama berpuluh puluh tahun dengan kekuasaanya dengan mengenyampingkan nilai – nilai kepemimpinan sebagaimana Islam ajarkan. Selanjutnya kita akan menyongsong fase berikutnya yaitu munculnya Khilafah ‘ala minhaj an-Nubuwwah

Acara yang diselenggarakan DKM Masjid Baitul Makmur – Telaga Sakinah Cikarang BEKASI bekerjasama dengan Syam Organizer pada  2 November 2014 lalu itu menyajikan agenda Tabligh Akbar dengan 3 narasumber, ustd DR Ayub Rohadi MA.M Phil., Ust Firmansyah LC. Dan Ustad Chiurul Abu Usamah serta  pameran poto poto tragedi kemanusiaan Suriah dan diakhiri dengan penggalangan dana untuk membantu anak – anak Suriah dimusim dingin 2014. [End/Jkt]

Comments

comments

One comment

  1. alamat ngaji akhir zaman itu di mana ya, mohon infonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*