Kedustaan di Balik Al Yaum bil Quds

Syiah sebuah sekte yang paling pandai dan senang menipu dan berdusta. Imam mereka Imam Abu Abdillah Ja’far Ash Shadiq beliau berkata, “Sesungguhya diantara orang orang yang menganut syiah ada yang berbuat kedustaan sampai-sampai setan pun merasa perlu berguru dusta kepada mereka”.

Bagi Syiah, dusta itu aqidah, kalau tidak berdusta iman mereka tidak sempurna.

Dan kedustaan itu juga mereka lakukan setiap hari Jumat terakhir di setiap Ramadhan. Mereka merayakannya sebagai Al Yaum bil Quds (Hari Kebebasan Al Quds). Ini seakan-akan Syiah ingin menunjukkan bahwa mereka adalah orang yang paling berani memperjuangkan pembebasan Al Quds.

Syiah di Indonesia pun demikian. Pada tanggal 2 Agustus 2013 di beberapa kota yang banyak komunitas Syiahnya, seperti di Semarang dan Solo, mereka merayakan Quds Day. Mereka sering mengungkapkan perkataan Presiden Indoenesia pertama,” Dan untuk Israel selama kemerdekaan belum diserahkan kepada orang-orang Palestin maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel”

Tetapi sayangnya ketika mesir diluluhlantakkan oleh Militer sendiri tidak ada pembelaan terhadap Mesir. Padahal Mesir negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia.

Dalam demonya mereka sering mengatakan ganyang Amerika dan Israel (Israel and America go to Hell)

Kenapa mereka memperingati hari Jumat terakhir sebagai hari Al Quds. Semua tidak lepas dari keinginan mereka menutupi  kejahatan mereka. Padahal kalau ditilik sejarahnya, perayaan itu adalah sebagai usaha untuk menutupi kekejian Syiah saat membunuh kaum muslimin di kamp-kamp pengungsian dan di rumah sakit-rumah sakit.

Awal sebenarnya perayaan itu tidak lepas daru Syiah Hizbullah (baca: hizbulata).

Nama asli Hizbullah pada awalnya adalah Harakatul Amal,  sebuah lembaga resmi Syiah yang dibentuk oleh Khomaini. Untuk wilayah Libanaon dipimpin langsung oleh kader terbaik Khomaini yang bernama Musa al Shaddr. Pada sekitar tahun tahun 1980 an terjadi peristiwa, dimana ribuan kaum muslimin di kamp kamp pengungsian dan di rumah sakit di Palestina dibunuh secara sadis oleh Harakatul Amal dipimpin oleh Musa Al Shadr bekerjasama dengan Zionis. Untuk menutupi ini semua maka Khamaini menutup dan menghentikan aktivitas Harakatul Amal kemudian diganti dengan Hizbullah dan dalam rangka menutupi kekejiannya itu maka mereka menjadikan hari Jumat terakhir bulan Ramadhan sebagai Hari Pembebasan Al Quds (Al Yaum bil Quds).

Sehingga umat islam tidak boleh terkecoh dengan sikap dan tindakan yang dilakukan oleh kaum Syiah di mana pun mereka berada. Akidah mereka sudah jelas mereka membenci negeri-negeri yang telah dimuliakan oleh Allah, Rasul-Nya dan kaum muslimin disebabkan negeri tersebut dipimpin oleh kaum muslimin yang mencintai para shahabat Rasulullah terutama shahabat Umar dan Abu Bakar. Dan salah satu dari negeri itu adalah Mesir

(AR70/ Syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*