Ketika kau sisihkan rejekimu untuk anak-anak di sana, Allah sudah jaminkan untuk anakmu juga

AuoBqHryGjlz6ifj8BnffY2_Yndh0ZQxbLvrSuEoY0wO

Syamorganizer.com – Nurani seorang ibu akan segera tersentak melihat kenyataan anak-anak di Bumi Syam, khususnya Palestina dan Suriah tidak bisa hidup seperti anak-anak pada umumnya. Apalagi jika melihat tulang-tulang mereka menonjol di balik selaput kulitnya. Perasaan teriris dan terluka membuat airmata menetes tak dapat lagi ditahannya. Kelembutan hatinya tidak akan tahan menyaksikan anak-anak dengan sorot mata tajam tergeletak tak berdaya karena kekurangan makan. Tidak tega pula ketika harus menyaksikan mereka harus belajar di tenda-tenda yang sebenarnya tidak layak untuk belajar.

Perasaan seperti itulah yang dirasakan oleh Ibu Nurul (sebut saja demikian) ketika menyaksikan tayangan video anak-anak Palestina dan Suriah. Anak-anak itu menyentakkan hatinya. Betapa tidak, di tengah-tengah dia mendapatkan kemudahan rizki pandangannya disuguhi kenyataan yang menimpa anak-anak di Bumi Syam tersebut. Karenanya, tanpa pikir panjang Ibu Nurul segera memberikan perhiasannya yang senilai dengan 4 juta rupiah kepada Syam Organizer untuk disalurkan kepada kaum muslimin di Bumi Syam.

Ini sesuatu yang menarik bagi Suara Syam, majalah informasi yang diterbitkan oleh bagian media Syam Organizer. Karenanya untuk mengetahui lebih lanjut mengapa Ibu Nurul tergerak hatinya membantu kaum muslimin di Bumi Syam, Suara Syam kemudian mewawancari beliau melalui whatsapp, dan berikut hasil wawancara Suara Syam dengan Ibu Nurul.

Suara Syam:

Assalamualaikum ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuhu. Sebelumnya kenalkan, kami dari Majalah Suara Syam yang diterbitkan oleh Syam Organizer, sebuah lembaga kemanusiaan yangg fokus terhadap bencana kemanusiaan di Bumi Syam khususnya Palestina dan Suriah.

Beberapa waktu yang lalu Ibu mendonasikan perhiasan untuk kaum muslimin di Suriah melalui Syam Organizer yang ada di wilayah Jawa Timur. Kalau tidak keberatan bisakah Ibu Nurul menjelaskan kepada kami, kenapa Ibu tergerak hati menyumbangkan perhiasan yang senilai 4 juta lebih kepada kaum muslimin di Suriah? Kebetulan kami divisi media Syam Organizer sedang menerbitkan majalah Suara Syam, harapan kami dari apa yang Ibu Nurul ceritakan kepada kami dapat menjadi motivasi umat Islam yang lain di Indonesia untuk berbuat hal serupa dengan apa yang telah ibu lakukan untuk kaum muslimin di suriah. Demikian ibu, mohon balasannya.

Ibu Nurul:
Waalaikum salam warahmatulloh wabarakatuh. Saya tidak bisa berkata apa apa Pak. Saya hanya malu sama Allah…

Suara Syam:
Mengapa Ibu Nurul membantu mereka? Kaum muslimin yang ada di Bumi Syam, apa yang memotivasi Ibu. Dan mengapa Ibu merasa malu? Bisa dijelaskan Ibu?

Ibu Nurul:
Saya banyak mendapatkan kenikmatan dan rejeki di negeri yang subur aman tentram ini. Saya terlalu banyak meminta pada Allah untuk diri saya, keluarga saya, anak anak saya. Melihat dan tahu kondisi saudara-saudara saya di sana yang begitu bertolak belakang dengan kehidupan kita di sini, apa yang bisa saya berikan? Secuil harta (perhiasan-red) yang selama ini tersimpan menjadi berhala semoga berarti untuk saudara ku di sana.

Anak anak Bumi Syam, anak-anak Palestina selalu membuat hati saya miris melihat kondisi mereka. Di sela doa untuk anak-anak saya selalu terselip untuk mereka calon mujahid-mujahid pembela Islam.

Suara Syam:
Alhamdulillah

Ibu Nurul:
Semoga saya yang bodoh ini kelak bisa memiliki anak-anak yang sholeh-sholehah bermanfaat untuk umat.

Suara Syam:

Aamiin, semoga apa yang telah ibu berikan menjadi barokah bagi umat Islam di Bumi Syam dan berkah bagi kehidupan Ibu Nurul sekeluarga. Kalau boleh tahu usaha Ibu Nurul apa ya? Kemudian mungkin ada pesan untuk umat islam di indonesia terkait dengan kondisi umat islam di bumi syam, palestina dan suriah

Ibu Nurul:
Amin ya mujibassailiin…Saya ibu rumah tangga aja pak, nyambi jualan kerudung dan baju muslim.

Suara Syam:
Alhamdulillah, semoga Allah selalu memberkahi usaha ibu nurul. Ibu, apa pesan Ibu untuk kaum muslimin di Indonesia khususnya untuk para ibu-ibu dan umumnya kepada semua umat Islam di Indonesia

Ibu Nurul:
Belum banyak umat Islam yang tahu dan paham apa yang sebenarnya terjadi di Bumi Syam, Palestina dan Suriah. Edukasi yang baik dan benar harus selalu disyiarkan, agar tumbuh kesadaran atas apa yang terjadi pada saudara-saudara muslim di sana. Harapannya umat Islam Indonesia menguatkan keimanan dan ketaqwaan pada Allah subhanahu wataala, menguatkan dukungan terhadap saudara-saudara muslim di sana, baik secara materi, suara, doa sekalipun, amiin

Ibu, di saat kau meminta Allah agar anakmu sehat, anak-anakmu pintar, anak-anakmu cita-citanya tercapai, doakan juga anak-anak Palestina dan Suriah seperti apa yang kau minta untuk anakmu.

Ibu, jangan risaukan rejeki anakmu, ketika kau sisihkan rejekimu untuk anak-anak di sana, Allah sudah jaminkan untuk anakmu juga.

Suara Syam:
Ibu Nurul sejak kapan Ibu mendengar informasi tentang tragedi kemanusiaan di Bumi Syam, baik itu Palestina maupun Suriah?

Ibu Nurul:
Saya sudah lama sekali tahu tragedi kemanusian yang terjadi di Tanah Syam, Palestina dan Suriah. Tapi ya sekedar tahu, tapi tidak pingin tahu (lebih banyak-red). Alhamdulillah (karena –red) sering menyaksikan berita-berita tentang Palestina khususnya, itulah yang membuat saya tersadar diri akan nasib saudara-saudara sesama muslim di sana.

Suara Syam:
Apa yang ibu rasakan saat pertama kali melihat tayangan video atau gambar derita kaum muslimin di Suriah?

Ibu Nurul:
Yang pasti sedih, pedih prihatin. Trenyuh sekali melihat kondisi di sana, tapi saya juga bangga akan kekuatan iman mereka di sana. Allahu Akbar. Waktu saya masih sekolah, kejadian Bosnia Herzegovina, bapak saya sudah kenalkan dunia Islam yang selalu ditindas . Syukron ya Pak, program Sekolah Indonesia untuk Palestina dan Suriah, mantab. Jazakumulloh

Suara Syam:
Wa iyyakum, doakan kami dapat istiqomah dalam upaya menyadarkan umat Islam akan pentingnya ukhuwah islamiyah

Ibu Nurul:
Amiin….Semoga istiqomah. Semoga bermanfaat

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*