Ketika Keadilan Semakin Punah

purwokerto1

Purwokerto, Syamorganizer.com – “PBB resmi mengatakan bahwa kejadian di Syiria merupakan tragedi terbesar dan terdahsyat yang pernah ada. Dampak dari tragedi ini ribuan korban bukan hanya dari kalangan dewasa tapi seluruh lapisan usia tidak mengenal laki- laki perempuan bahkan ribuan anak kecilpun ikut menjadi korban”,ungkap Saiful Haq Lc. (Relawan indonesia untuk Suriah) pada Tabligh Serentak 26 Kota bertajuk Syam Menangis Madaya Menjerit di Masjid Al Fatah Perumahan Sumapir Purwokerto, Ahad (14/2/16).

“Yang lebih menyedihkan lagi ketika datang berita presiden Rusia yang menyatakan bahwa serangan yang dilancarkan tentara Rusia ke Suriah ini hanya sebuah latihan dan Suriah merupakan tempat latihan yang paling ideal karna tidak ada lagi tempat yang lebih efektif selain Suriah”lanjutnya.

Penjelasan yang disampaikan Saiful Haq, telah membuat pedih hati seorang itu yang hadir dalam kegiatan itu. Di penghunjung acara sang ibu mendatangi panitia dan menyerahkan selembar kertas. Isi kertas tersebut meminta salah satu dari tim Syam organizer agar datang ke rumahnya untuk mengambil sebuah cincin.

purwokerto2

“Ini cincin saya dulu beli tahun 1995 mungkin hanya ini yang bisa saya berikan. Tolong jangan sebutkan siapa saya InsyaAllah walaupun orang tidak tau saya tapi saya yakin Allah pasti tau”, kata sang ibu ketika salah satu dari tim Syam organizer datang ke rumahnya. “Saya cuma pensiunan tukang momong bocah (guru), saya sedih mendengar berita yang disampaikan relawan tadi mas, apalagi pas saya lihat video dokumentasi orang -orang yang makan kucing. Saya yakin bukan rekayasa. Sebagai naluri manusia normal pasti tidak tega membunuh kucing apalagi kalau harus memakanya kalau bukan karena terpaksa mereka tidak mungkin melakukannya. Hanya Demi untuk menahan (mempertahankan-red) hidup mereka sampai kebingungan apa yang mau dimakan. Karena sudah tidak ada lagi makanan yang bisa di konsumsi. Tapi kenapa beritanya tidak muncul di TV Nasional ya Mas, ? Ketika ada pengeboman di Perancis saja yang korbanya sedikit beritanya masuk ke semua chanel TV. Tapi Suriah yang korbannya ribuan beritanya tidak masuk ke TV ini kan tidak adil mas.” Panjang lebar si ibu mengutarakan apa yang ada di dalam hatinya demi mendengar dan melihat derita yang dialami saudara muslimnya di Bumi Syam, khususnya Suriah.

Apa yang disampaikannya adalah kejernihannya memandang persoalan, bukan hanya kemanusiaan tetapi ikatan kuat ukhuwwah Islamiyah yang ada dalam hatinya telah menggerakkannya untuk memberikan apa yang dapat diberikan untuk saudaranya.

Jarak yang jauh bukanlah halangan untuk berempati dan mewujudkan hakikat hubungan ini. Syam Organizer akan berusaha terus memberi dan berbuat dengan apa yang dapat diperbuat. Dukungang dari seluruh kaum muslimin di manapun berada tentu sangat berati dalam gerak Syam Organizer. Berdoa dan berusaha untuk terus menolong separuh dari raga yang tersakiti disana. Tidak akan berhenti karena urusan perut ribuan nyawa muslim melayang. Padahal satu nyawa dari seorang muslim saja kedudukannya lebih mulia disisi Allah dibandingkan dengan dunia dan seisinya. Wallahu a’lam (Abdoel Ghofeer/Syamorganizer.com)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*