Kisah Pilu Warga Suriah yang Selamat Dari Serangan Senjata Kimia di Ghoutah

Anak-anak Korban Serangan Senjata Kimia di Ghoutah, Pedesaan Damaskus
Serangan senjata kimia yang dilancarkan pasukan rezim Bashar Al Asad di wilayah pedesaan Damaskus Rabu dini hari lalu (21/8), menyisakan kisah pilu sekaligus menyedihkan bagi rakyat Suriah yang selamat dari pembantaian mengerikan tersebut.
Seorang pemuda bernama Firas (23 tahun) dan merupakan seorang wartawan di wilayah Zamalka yang ikut terkena serangan senjata kimia tersebut menuturkan, “Sebuah rudal jatuh di lingkungan yang dikenal dengan lingkungan pertanian. Semua warga panik dan hanya mengatakan satu kata ‘kimia….kimia’..” kenangnya.
Ia melanjutkan, para warga berlarian menyelamatkan diri mereka. Orang-orang tua menggendong dan menarik anak-anaknya. Ibu-ibu berteriak-teriak mencari anaknya yang hilang di tengah kerumunan orang-orang. Akan tetapi, hampir semua nyawa mereka tidak tertolong. Mereka meninggal hanya beberapa langkah di luar rumah mereka. Bahkan, tim medis yang sudah menggunakan penutup muka untuk menghindari  hirupan zat kimia, banyak yang ikut menjadi korban. Di antara warga yang sudah menghirup zat kimia, ada yang meninggal di tengah perjalanan dan di antara mereka ada yang meninggal ketika menunggu evakuasi.
Firas yang juga kehilangan ibu, paman, istri dan anak-anaknya tersebut menambahkan, banyak keluarga yang meninggal di atas tempat tidur mereka. Hal itu disebabkan, serangan senjata kimia tersebut terjadi tengah malam, di saat para warga tengah terlelap tidur.
Warga lain yang juga petugas medis, Murad, menuturkan, “Pada pukul 2.30 (waktu setempat), setelah tengah malam, kami mendengar suara-suara aneh dari tembakan rudal. Setelah itu, kami mendengar  dari pengeras suara yang mengatakan bahwa kami mati karena lemas” tuturnya.
Murad yang keluarganya ikut tewas dalam serangan zat kimia tersebut melanjutkan, “Saya segera bergegas keluar mengendarai mobilku untuk mengevakuasi para korban. Sekitar seperempat jam, saya telah mengevakuasi lebih dari 25 anggota keluarga ke luar kota Zamalka. Akan tetapi, serangan 8 rudal lebih yang mengandung zat kimia, yang menargetkan wilayah padat penduduk tersebut hampir mustahil untuk dapat mengevakuasi seluruh warga kota” lanjutnya.
Benar saja, tambah Murad, beberapa saat saya kembali ke kota tersebut, untuk mengevakuasi warga lainnya, apa yang terlihat dalam pandangan saya adalah kota hantu.Di jalan-jalan banyak orang yang terluka akibat menghirup gas beracun.
“Akibat pekatnya gas beracun dan sedikitnya tim medis, seluruh orang yang ikut serta mengevakuasi korban serangan senjata kimia ikut terluka” ujar Murad seraya menunjukkan, seluruh korban meninggal telah dievakuasi dari dalam rumah-rumah mereka, sehingga tidak terdapat satupun orang yang masih berada di dalam rumah mereka.
Sementara itu, Ahmad seorang warga biasa mengatakan bahwa dirinya kehilangan kesadaran setelah menghirup gas beracun tersebut. Ia baru sadar ketika sudah berada di rumah sakit lapangan. Tim medis melepas seluruh pakaian yang menembel badannya, yang sudah terkontaminasi dengan zat kimia. Tim medis juga menyiramnya dengan air khusus untuk menghilangkan pengaruh gas beracun yang sudah terhirup. 

Rep : Faiz
Source : hunef/kiblat.net

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*